DepokNews–Melfendi salah seorang staf Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok mengalami sakit dan dilarikan ke Rumah Sakit karena kelelahan dalam bertugas.

Ketua KPU Depok, Nana Shobarna mengatakan, Melfendi tak dapat melanjutkan tugasnya lantaran stroke berat.

Dia mengatakan posisi yang dipegang Melfendi sangat vital, yakni operator pada bagian keuangan KPU Depok.

“Yang saya tahu dari istrinya, saat itu Melfendi lagi main sama anak di rumah. Tiba-tiba yang bersangkutan jatuh,

Kemudian dibawa ke rumah sakit ternyata pembuluh darahnya pecah di bagian kepala belakang.

Setelah menjalani serangkaian operasi, Melfendi akhirnya stroke dan nyaris tak bisa diajak berkomunikasi.

Setelah kejadian itu dia sudah tak bisa apa-apa, seperti tidak bisa diajak berkomunikasi.

Atas kejadian ini membuat jajaran KPU Depok kaget, dimana selama ini, Melfendi tak pernah mengeluh sakit.

“Jujur saat itu kami semua down. Ini jadi pelajaran buat kita semua, agar selalu menjaga pola makan dan istirahat. Saya sekarang ini selalu mengawasi para staf agar tidak ada lagi kejadian seperti itu,”katanya.

Hal lain yang sempat membuat Nana kelimpungan adalah karena posisi Melfendi yang begitu vital. .

Ia, dipercaya cukup lama menjadi seorang operator pada bagian keuangan KPU Depok.

“Nah kejadian itu pas tiga Minggu jelang pencoblosan, bayangkan kita kehilangan operator keuangan. Kita tahu, operator itu sangat penting karena menyangkut dengan segala kebutuhan, dan tanda tangan dia itu sangat berharga. Ya kita tahulah birokrasi ini kan rumit yah,” katanya.

Namun beruntung, hal itu tidak berlarut lama.

Posisi Melfendi dapat dengan cepat diambilalih oleh petugas lain sehingga proses Pemilu 2019 di Kota Depok bisa berjalan lancar.

Kabarnya, Melfendi adalah satu dari sejumlah petugas penyelenggara Pemilu yang terpilih bakal mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Iya betul dia akan dapat bantuan dari Pemerintah Provinsi Jabar. Tadi saya sudah dapat undangannya dan nama yang bersangkutan masuk sebagai salah satu penerima bantuan. Kami juga sudah melaporkan kondisi ini ke KPU RI agar mendapat perhatian,” katanya.

Di lokasi lainnya, Ketua PPS Gandul,  Kecamatan Cinere Madali mengalami kelelahan usai melakukan rekapitulasi perolehan suara Pemilu 2019 sehingga dia harus istirahat di rumahnya.

“Kita minta untuk istirahat dulu di rumah. Konsetrasinya tidak usah memikirkan kegiatan rekap, itu kita persilahkan istirahat saja dulu, memulihkan kesehatannya”katanya.

Terkait hal tersebut Nana mengaku akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Depok guna meringankan beban yang bersangkutan.

“Setelah saya konfirmasi dengan pihak keluarga, beliau adalah salah satu pengguna BPJS. Namun saya akan melakukan koordinasi dengan Dinkes seperti apa dengan Pemkot, seperti apa terkait dengan penanganan ini”katanya.

Mereka (petugas KPU) kerja dari malam sampai subuh, itulah yang mungkin mengakibatkan kelelahan sehingga terjadi,human error karena faktor kelelahan.


Area lampiran