DepokNews- Anggota Komisi X DPR RI Nuroji, meminta Pemkot Depok untuk pro aktif dalam mengajukan bantuan ke pusat atau Provinsi Jabar. Hal ini terkait kecilnya anggaran kebudayaan di Kota Depok, dan membuat tersendat beberapa aktifitas kesenian, yang salah satunya adalah mangkraknya pembangunan gedung kesenian Depok.

“Langkah agretifitas dari Depok kurang dalam mengajukan bantuan anggaran. Saya mendapat informasi soal itu, bahwa Depok kurang agresif untuk minta diperbesar DAK (Dana Alokasi Khusus,-res) dan DAU (Dana Alokasi Umum,-red) ke pusat. Kalau DAU kan sudah rumusnya, sedangkan DAK bisa ditambah tergantung kita mengajukan program,” kata Nuroji, usai kunker Komisi X ke Balai Kota Depok, Selasa (22/1/2018).

Nuroji melanjutkan, wali kota dari beberapa daerah datang ke pusat seperti Papua, Ambon melakukan pengajuan kemudian mendapat bantuan. 
“Depok dekat dengan Jakarta kenapa nggak melakukan itu. Kendalanya cuma kurang agresif untuk meminta bantuan,” jelasnya.
Dari Depok sendiri ada enam perwakilan anggota dewan di DPR RI, dan dapat dimanfaatkan untuk kemajuan Kota Depok. Dari Provinsi Jawa Barat sendiri ada bantuan untuk fasilitas kesenian yang dijanjikan Wakil Gubernur Deddy Mizwar sebelumnya, sebagai janji kampanye, namun belum diajukan Kota Depok.

“Gedung kesenian di Depok tidak jelas statusnya mau diapain, dijadikan sekolah atau rumah hantu sampai sekarang belum ada realisasi. Jawabannya belum diserahterimakan dari Provinsi ke Depok, makanya pro aktif meminta diserahkan untuk nanti dilanjutkan. Menunggu provinsi urusannya banyak. Pertegas saja status gedungnya dulu, kalau sudah diserahkan baru dibangun,” tutup Nuroji.(mia)