DepokNews – Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKS, Hj. Nur Azizah Tamhid, B.A., M.A, resmikan bantuan alat kesenian tradisional Gambang Kromong di Sekertariat Yayasan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Gemar Ilmu, yang berlokasi di Jl. Akses UI No. 11, RT 04 RW 06, Kelurahan Pondok Cina, Kacamatan Beji – Kota Depok, pada Kamis (17/12). Bantuan alat kesenian tradisional ini merupakan bentuk advokasi Nur Azizah kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) untuk melestarikan kearifan lokal kususnya yang menjadi ciri khas di dapil Nur Azizah yaitu Kota Depok.

Peresmian bantuan alat kesenian ini di gelar sekaligus dalam rangka sosialisasi Kesenian Tradisional Gambang Kromong sebagai bentuk penguatan kearifan lokal dalam rangka mencegah konflik sosial dan penyebaran paham radikalisme. Sebagai solusi alternatif kegiatan remaja dalam bentuk Sanggar Gambang Kromong. Meningkatkan minat kebudayaan betawi dan melestarikannya. Serta untuk menambah minat dan bakat remaja di Depok untuk belajar dan berdakwah.

Hasan Basri, S.Pd.I., M.M, selaku pimpinan PKBM Gemar Ilmu, berterimakasih kepada Nur Azizah atas dorongannya, Kemensos RI dapat menyalurkan bantuan alat kesenian Gambang Kromong. Ia juga berharap bantuan alat kesenian ini bisa menjadi perekat bangsa, serta dapat menjadi manfaat bagi sekitar khususnya warga Depok.

“Hari ini di Yayasan PKBM Gemar Ilmu alhamdulillah, setelah difasilitasi dan diadvokasi proposal kami ke Kemensos RI oleh anggota DPR RI, alat kesenian tradisional, Gambang Kromong bisa hadir di tempat ini dan kami juga mengucapkan terimakasih banyak kepada ibu Nur Azizah”, jelas Hasan

Hasan juga berharap agar kebudayaan-kebudayaan yang ada di Kota Depok dimana kesenian tradisionalnya masih bersinggungan dengan kota Jakarta yaitu kebudayaan Betawi, harus terus dijaga dengan baik. “Harapannya kesenian Gambang Kromong wabil khusus di kelurahan Pondok Cina ini bisa berkembang dan bisa menjaga kebudayaan di Kota Depok”, terang Hasan

Pada Kegiatan yang turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok, Lurah Pondok Cina, LPM, Ibu-ibu Majelis Talim, Ketua RT 04, Ketua RT 02, Ketua RW 06, serta warga serta tokoh masyarakat, Nur Azizah menyampaikan harapannya agar Kesenian Tradisional Gambang Kromong ini tidak hanya sebagai sarana hiburan masyarakat, tetapi secara khusus bagi umat muslim, juga dapat menjadi sarana meningkatkan Semangat Belajar serta syiar dan dakwah melalui kesenian. Selain itu, Nur Azizah mengingatkan kepada warga agar jangan pernah letih membimbing anak-anaknya untuk belajar dan mengajarkan Al-qur’an.

“Saya mau mengingatkan jangan lupa untuk terus belajar dan mengajarkan Al-quran. Apalagi bagi anak-anak yang masih lebih mudah menyerap ilmu. Disamping berkesenian melalui Gambang Kromong ini, harus juga diperhatikan belajar alqurannya agar tidak menjadi orang-orang yang merugi. Sangat bagus, bila dalam Seni Gambang Kromong tersebut berisi pesan meningkatkan Semangat Belajar, Semangat Bekerja, Semangat Mandiri, Semangat Berinovasi, Malu Menganggur dan Malu Mengemis”, jelas Nur Azizah

Menanggapi hal tersebut, Hasan sangat mendukung harapan Nur Azizah, agar kesenian Gambang Kromong dapat menjadi sarana dakwah. “Alhamdulillah kini kesenian Gambang Kromong sedikit demi sedikit sudah mulai tumbuh kembali, anak-anak muda sudah banyak yang ingin bergabung. Harapannya semua alat bantuan ini dapat menjadi sarana pendidikan. Melalui kesenian Gambang Kromong ini bisa menjalin tali persaudaraan.
Kesenian Gambang Kromong ini selain menjadi sarana hiburan, kedepannya juga bisa menjadi sarana dakwah untuk pendidikan juga, pesan-pesan dakwah disampaikan dalam lenong”, ungkap Hasan

Di akhir acara, Nur Azizah menyampaikan agar melalui kesenian ini dapat mempererat persaudaraan dan terhindar dari radikalisme “Dari apa yang ada di spanduk sudah menggambarkan, bahwa fungsi Gambang Kromong adalah untuk menyatukan, agar tidak terpecah belah, untuk mengaja kekompakan, dan terhindar dari radikalisme. Selain itu, saya juga ingin menyampaikan satu hal, jangan sampai kita khususnya di Depok sampai termakan isu bahwa Islam itu radikal. Kalau menjadi orang Islam itu ya harus religius. Pahami ajaran agama Islam dengan baik dan benar. Terapkan nilai-nilai ajarannya yang Rahmatan Lil Alamin, sehingga tidak ada manusia yang terdhalimi. Jangan sampai terjadi sikap terhadap orang yang menutup auratnya dengan memakai jilbab sudah dicap radikal”, pungkas Nur Azizah.