Depok (15/05) Proses Clearance, pemberian surat pernyataan tertulis “Sudah Selesai dan Baik” kepada pasien PDP atau orang ODP yang sudah lulus dari proses Pengawasan dan atau perawatan harus dipercepat dan diperlancar oleh Pemerintah Kota Depok. Hal ini perlu dilakukan untuk menjamin keharmonisan hubungan antara warga PDP/ODP, warga masyarakat dan Satgas Bencana Covid-19 di lingkungan. Dengan bukti status yang jelas, PDP/ODP tidak tertuduh, warga lingkungan teryakinkan, dan Satgas dipermudah untuk menciptakan Iklim pelaksanaan Protokol Covid-19. Demikian pernyataan disampaikan oleh Hj. Nur Azizah Tamhid, BA. MA. Anggota Komisi Vlll dari FPKS DPR RI Dapil Jabar Vl Depok-Bekasi saat datangi para Ketua Satgas Covid-19 tingkat RW di Depok.

Kagiatan ini dilakukan dalam rangka Reses Kegiatan Setahun Sekali sekaligus sebagai anggota Timwas Covid-19 DPR RI dalam rangka memastikan proses percepatan penanganan Bencana Pandemi Covid-19 ini berjalan dengan baik, efektif dan efisien.

Untuk mendapatkan informasi yang luas dan mendalam, rencana akan dilakukan serap informasi di sepuluh Kecamatan dengan harapan dapat disampaikan kepada para pihak terkait untuk segera ditindak lanjuti.

Melalui mediasi Ustadz Ihsan Abdul Rasyid, Tokoh Kecamatan Cimanggis, bertempat di POSYANDU “Wijaya Kusuma” RW 16 Kelurahan Mekarsari, Nur Azizah dipertemukan dengan H. Muhammad Taufik Ketua RW 16, H. Danny Nurwanto, Ketua RW 12, dan H. Margono, Ketua RW 17. Selanjutnya juga dipertemukan juga dengan dua tokoh lain, yaitu Widodo, Ketua RW 04 dan Sanura, Ketua RW 05.

Nur Azizah sangat mengapresiasi seluruh langkah edukasi yg telah dilakukan para Ketua Satgas kepada warganya. Selanjutnya Ketua Satgas memohon kepada Nur Azizah agar Pemerintah Kota memberikan Surat “Clearance” bagi ODP atau PDP yang sudah selesai dari Program Pengawasan dan atau Perawatan secara cepat dan tidak berbelit-belit, sehingga mereka bisa beraktivitas normal dengan menerapkan protokol Covid-19. Berbekal adanya surat “Clearance” bagi PDP/ODP tidak merasa serba salah dituduh warga lingkungan sebagai penyebar Covid-19, bagi warga lingkungan tidak was was atas status tetangganya, bagi Satgas akan mempermudah menciptakan iklim yang kondusif dalam pelaksanaan Protokol Covid-19.

Melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Beji, Nur Azizah di temani Bpk. Fathoni, tokoh masyarakat Beji, berkunjung ke Bpk. Totok, Ketua Satgas Covid-19 RW 02 Kukusan beserta jajarannya di POSYANDU “Wijaya Kusuma” Jl. Raya Pule l No.15 Kukusan, Beji.

Selain berbagai hal positip, para Ketua Satgas Covid-19 juga menyampaikan beberapa hal yg dapat meresahkan masyarakat, antara lain, banyaknya berita hoaks tentang covid-19 dan kurang akuratnya alat rapid test, hasil positif, ternyata di test dengan metoda swab hasilnya negatif Covid-19.

Hj. Nur Azizah Tamhid, BA. MA mengucapkan terimakasihnya kepada para Ketua Satgas Covid-19, apalagi di bulan Ramadhan ini semoga berkah atas kiprah semua selama ini telah berperan aktif melayani, mengajak dan menyadarkan warganya untuk mengikuti anjuran pemerintah memutus rantai penyebaran Covid-19 ini.

Menghimbau serta mengajak semuanya untuk senantiasa berdo’a agar semoga Pandemi covid-19 ini segera berlalu, ujarnya.

Pada kesempatan ini Hj. Nur Azizah Tamhid BA. MA. serahkan souvenir Paket Sembako kepada para Ketua Satgas Covid-19.

“Alhamdulillah dan terimakasih akan kami salurkan ke warga, kebetulan kami selama ini terima dari warga dan kami salurkan kembali ke warga yang terdampak”, ujar Totok Ketua Satgas Covid-19 di RW 02 Kukusan.

Alhamdulillah dan terimakasih atas kunjungannya, mudah – mudahan ibu Nur selalu sehat dan amanah dalam menjalankan tugasnya, ujar Ustadz Ihsan Abdur Rosyid.

PSBB tidak akan efektif jika warga tidak disiplin, “mari semua pihak berperan aktif memutus rantai penyebaran covid-19 ini”, ujar Nur Azizah Tamhid.