Hj. Nur Azizah Tamhid, BA. MA. Anggota Komisi Vlll dari FPKS DPR RI Dapil Jabar Vl Depok-Bekasi

DepokNews– Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKS Hj. Nur Azizah Tamhid, B.A., M.A. mendukung penuh pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Dalam agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI, Nur Azizah beserta rombongan komisi VIII yang terdiri dari 17 Anggota Komisi VIII DPR RI, pada Kamis (21/1) meninjau progress pembangunan kampus UIII di Jl. Raya Bogor No. KM 33.5, Cisalak, Kec. Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat.

Sebagai Anggota DPR RI dari Dapil Kota Depok, Nur Azizah menyatakan dukungan penuh berdirinya UIII di Kota Depok. Pada kesempatan ini, Nur Azizah menyampaikan rasa syukur sekaligus bangga terhadap proses pembangunan UIII di Kota Depok. Menurutnya, kehadiran UIII di Depok, akan mengangkat nama Kota Depok di kancah Internasional.

“Warga Depok patut bersyukur sekaligus bangga, Kota Depok dipilih sebagai lokasi berdirinya kampus Islam Internasional pertama di Indonesia. Dengannya Kota Depok akan dikenal masyarakat dunia sebagai Kota tempat pusat pembelajaran Islam Internasional Indonesia. Kota Depok akan menjadi magnet baru peradaban Islam di Indonesia”, terang Nur Azizah.

Sementara itu, menurut H. Bahrul Hayat, Ph.D. yang pernah menjabat sebagai Sekjend Kemenag RI dan Wakil Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal, dalam pemaparannya terkait laporan progres akademik kampus UIII, Bahrul menjelaskan bahwa UIII didirikan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 57 Tahun 2016 tentang Pendirian Universitas Islam Internasional Indonesia sebagai Perguruan Tinggi berstandar Internasional yang menjadi model Pendidikan Tinggi Islam yang terkemuka dalam bidang studi agama Islam, Ilmu-ilmu sosial, Humaniora serta Sains dan Teknologi.

“Di lahan seluas sekitar 142 Hektar, UIII berdiri dengan slogan the study of Islam and the study about Islam yang siap bersaing di kancah internasional. Saat ini UIII hadir dengan mengusung konsep Digital Campus yang sudah bekerjasama dengan Telkom. Berbeda dengan kampus lain yang hadir diawali dengan model konvensional lalu beralih ke digital. UIII hadir langsung dengan sistem digital campus”, jelas Bahrul.

Selain itu menurut Bahrul, UIII yang mengusung bidang studi Politik Islam sebagai ciri khas, saat ini telah mendatangkan dosen-dosen asing sebagai pengajar tetap. Menurutnya, para pengajar dari luar negeri ini sangat senang berkiprah di UIII. Selain itu, seluruh peraturan pelaksanaan program pengajarannya juga sudah dipersiapkan secara matang sejak tahun lalu. Sementara itu, menurut Dirjen Pendidikan Islam, Kemenag, Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, idealnya UIII dirancang untuk menerima 75% mahasiswa/i manca negara dan 25% mahasiswa/i Indonesia, namun untuk 3-4 tahun pertama, proporsinya terbalik, 25% mahasiswa/i internasional dan 75% mahasiswa/i Indonesia.

Menanggapi hal itu, Nur Azizah menyambut baik sistem pembelajaran kampus UIII. UIII akan memulai pembelajaran pada bulan September 2021 serta target rampungnya pembangunan pada tahun 2024. Menurut Nur Azizah, Kota Depok akan menjadi tempat datangnya mahasiswa Internasional dari luar negeri dan Indonesia yang belajar tentang Islam dan Kebudayaan Islam Indonesia. Dengan adanya UIII, Kota depok akan menjadi destinasi pusat pembelajaran Islam bagi para pelajar yang datang dari berbagai negara termasuk Indonesia.

“Warga Depok harus mempersiapkan diri menyambut hadirnya UIII. Diharapkan warga Depok siap mendaftar menjadi salah satu mahasiswa S2/S3 atau menjadi salah satu staf pengajar/tenaga kependidikan di UIII. Karena menurut Dirjen Pendis Kemenag, Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, proses belajar mengajar nya menggunakan bahasa Arab dan Inggris, ini kesempatan bagi calon mahasiswa dan warga Depok menggunakan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. Disamping Kota Depok memiliki Universitas Indonesia dengan mahasiswa yang mayoritas datang dari berbagai penjuru Indonesia, kehadiran UIII kelak akan menjadi universitas dengan mahasiswa yang mayoritas datang dari berbagai manca negara”, pungkas Nur Azizah.