DepokNews – Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKS Hj. Nur Azizah Tamhid, B.A., M.A. dalam agenda Reses Anggota DPR RI Masa Persidangan Ke-4 Tahun 2020-2021 pada Sabtu (17/4) di Jl. Hj.Fatimah, Kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji, Depok.

Nur Azizah menyebutkan di tahun 2022 Kota Depok akan segera miliki Madrasah Negeri Terpadu. Hal itu disampaikan Nur Azizah di hadapan para Asatidz dan Pengurus Komunitas Jam’iyah Subuh Kota Depok.

“Beberapa waktu lalu saya melakukan kunjungan kerja meninjau perkembangan Pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Depok. Saat itu Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI menyampaikan, jika semua berjalan lancar, insya Allah tahun 2022 di sebagian area UIII ini mulai dibangun Madrasah Negeri Terpadu, maksudnya Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN), Madrasah Aliyah Negeri (MAN) pada satu komplek. Insya Allah, ini akan menjadi jawaban aspirasi warga Depok yang mendambakan berdirinya MAN Depok”, jelas Nur Azizah.

Sebagai Anggota DPR RI yang bermitra dengan Kemenag RI, Nur Azizah menyampaikan bahwa ia telah banyak mendengarkan keluhan Warga Depok yang menginginkan adanya MAN di Kota Depok.

Hal ini disampaikan warga, pasalnya Depok yang memiliki visi menjadi Kota Religius tapi hingga saat ini belum memiliki MAN. Menurut Nur Azizah, tentu saja hal itu merupakan pekerjaan rumah tersendiri dan harus segera dicarikan solusinya.

Berdasarkan hal tersebut, sejak menjabat sebagai Anggota DPR RI pada tahun 2019, Nur Azizah sudah secara langsung menyampaikan aspirasi tersebut kepada Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Prof. Muhammad Ali Ramdani. Nur Azizah menyebutkan, bawa ia telah melakukan komunikasi secara khusus dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam agar segera dibangun MAN di Kota Depok.

“Kota Depok belum memiliki MAN, hal ini sudah saya sampaikan di hadapan Dirjen Pendidikan Islam baru saat itu Pak Ali, dalam rapat di bulan Agustus lalu, saya mengingatkan beliau karena di awal saya menjabat sudah pernah menyampaikan usulan ini juga kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Sebelumnya Prof. Kamarudin. Beliau sudah menjanjikan akan membangunkan MAN dengan syarat pemerintah daerah sudah menyediakan lahan untuk itu. Alhamdulillah, komunikasi saya bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Islam terus bersambut baik”, jelas Nur Azizah.

Nur Azizah menambahkan bahwa lahan untuk membangun madrasah saat ini telah disediakan Kemenag, RI.

“Sebagaimana telah saya sampaikan sebelumnya bahwa di Depok akan didirikan UIII, alhamdulillah Kemenag telah menyetujui usulan saya, lahan untuk Madrasah sudah di alokasikan khusus oleh Kemenag RI seluas 20 hektar dari 142 Hektar lahan yang dimiliki Kampus UIII di Cisalak, Depok. Insya Allah, di lahan seluas 20 Hektar ini nanti di tahun 2022 akan dibangun MIN, MTsN, MAN dan akan ada juga boarding schoolnya untuk tingkat Tsanawiyah dan Aliyahnya”, imbuhnya.

Dalam reses yang digelar di kediaman K.H. Ir. Idris Aselih, salah satu tokoh masyarakat sekaligus Ketua Komunitas Jam’iyah Subuh Kota Depok, Hamzah, warga Kecamatan Cilodong sekaligus Pengurus Jam’iyah Subuh Kota Depok menuturkan bahwa ia sangat bersyukur, dengan adanya rencana pembangunan Madrasah Negeri Terpadu di Depok.

“Kami warga depok sudah lama mengimpikan adanya madrasah, sekarang hanya ada satu MTsN di Depok, sisanya MIN dan MAN tidak ada. Kami turut prihatin karena Depok ini punya visi religius salah satunya, tapi belum memiliki institusi yang cukup baik terutama dalam bidang keagamaan dalam hal ini madrasah negeri. Sampai para anak-anak kita banyak yang bersekolah di luar Depok, termasuk anak saya, bersekolah di MAN 13 Jakarta Selatan. Kami sungguh senang bahwa berkat perjuangan Ibu Nur Azizah ke Kemenag RI insya Allah akan dibangun Madrasah Negeri Terpadu. Kami berharap ini segera terwujud, karena ini merupakan tugas dan tanggung jawab Kemenag RI yang bersifat vertikal”, papar Hamzah.

Kemudian dengan adanya UIII dan Madrasah Terpadu di Depok, Hamzah berharap dapat membawa dampak positif bagi warga Depok khususnya, artinya masyarakat dapat diberdayakan baik secara Pendidikan, Ekonomi dan Sosial dalam pelaksanaan UIII dan Madrasah Negeri Terpadu ini.

“Harapannya ini akan berdampak sangat baik, karena ini levelnya internasional, dan khususnya UIII ini hanya ada di Depok. Kita berharap ini menjadi kiblat, karena memang di Kemenag RI saat ini juga sedang banyak digaungkan terkait moderasi beragama. Semoga Depok dapat menjadi salah satu tempat pelaksanaan moderasi beragama di Indonesia ini”, pungkas Hamzah.