Oleh : Watik Handayani

Nikmat itu apa yang telah kita rasakan menyenangkan hati. Termasuk akhlak baik akan menyenangkan diri dan orang lain atas perlakuan akhlak kita terhadap nya.

Apalagi akhlaknya itu dijalankan berdasarkan syariah Islam. Sungguh akan membawa perdamaian dalam kehidupan. Tapi sayangnya saat ini masyarakat krisis dengan akhlak. Sehingga banyak kriminalitas yang menjamur ditengah kehidupan manusia.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Iman memiliki lebih dari tujuh puluh atau enam puluh cabang. Cabang yang paling tinggi adalah perkataan ‘Lâ ilâha illallâh,’ dan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri (gangguan) dari jalan. Dan malu adalah salah satu cabang Iman.”(HR. al-Bukhari)

Itulah salah satu yang harus dihadirkan pada diri manusia supaya tercipta rasa malu bagian dari iman nya. Sehingga akan tercipta kepedulian terhadap orang lain. Malu berbuat dosa dan tidak sembarangan dalam bertindak.

Padahal begitu besar Nikmat Allah yang telah diberikan kepada hambanya. Bagi yang ingin berfikir ada tiga proses terkabul nya sebuah Do’a. Pertama luruskan niat,kedua ikhtiar dengan sepenuh jiwa dan ketiga pasrah karena Allah SWT.

Nikmat iman dan kesehatan itulah yang terbaik bagi manusia. Karena iman sebuah kekuatan pada ruh Qolbu kita dan kesehatan jiwa yang bisa membawa manusia beraktivitas normal.

Seperti sewaktu kita masih kecil kita tidak ada daya apapun tapi kita memiliki rezeki. Karena rezeki apapun pada dasarnya dari Allah SWT yang maha memberikan kenikmatan kepada hambanya.

Firman Allah SWT.
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَاتُكَذِّبَانِ

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? “
Q.S Ar-rahman : ( 13)

Maka dari itu kita harus senantiasa bersyukur atas karunia Allah. Yang telah memberikan kebebasan bernafas hidup di bumi dengan segala kelengkapan dan bagi yang berakal akan sujud syukur karena semua keahlian itu atas kehendak Allah yg maha pengasih dan penyayang.
Tidakkah manusia berfikir segala kehidupan makhluk, Allah SWT pencipta terbaik. Dengan kebesaran nya dari hidup hingga mati, Allah tetapkan di kitab suci segala peraturan,supaya manusia mengingat. Bahwa kita hidup untuk beribadah dan berakhlak mulia. Supaya kelak kita bisa kekal abadi bertemu dengan sang maha pencipta Allah SWT di Jannah nya. Allahu ma aminnn….