Ulama KH Abu Bakar Madris saat bertemu dengan Dandim 0508 Letkol M Iskandarmanto 

DepokNews–Ketua Fahmi Tamami dan Pimpinan Majelis At Taubah KH Abu Bakar Madris yang namanya tercantum akan dibunuh di surat kaleng menanggapi santai ancaman teror itu.

“Kami meyakini, teror itu hanya ancaman kosong untuk membuat resah masyarakat Depok, kalau surat, iya, saya akui ada, tapi saya yakin ancaman itu hoax, cuma buat nakut-nakutin doang,” kata KH Abu Bakar Madris saat ditemui di rumahnya di RW 03 Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong pada Selasa (6/3).

Dia meyakini ancaman itu kosong belaka karena beberapa alasan, di antaranya pelaku pengirim surat kaleng yang berisi daftar kiai-kiai yang akan dibunuh sebenarnya mencatut nama yang salah.

Misalnya, dalam daftar itu disebut seorang bernama Riyono.

Padahal, katanya, tak ada ulama atau ustaz bernama itu di sana. Ada nama lain, yaitu Haryono, tetapi dia bukan ulama melainkan anggota aktif TNI.

aksinya berhasil. Sebaliknya, jika masyarakat tak terhasut, si pelaku merasa aksinya gagal.

Lagi pula, katanya, ada atau tidak ada teror, semua akan mati pada akhirnya. Maka tak ada alasan untuk takut.

“Ada teror ataupun tidak, toh mati-mati juga, ngapa takut dengan kematian, kami siap mati”katanya.

Lawanlah hal ini dengan yang positif, tidak perlu dibesar-besarkan.

Biar polisi yang mengusut tuntas kasus ini, biar cepat ketahuan siapa pelaku dan dalangnya.

Ia berharap, masyarakat tidak panik menanggapi adanya seleb