DepokNews- MIT Nurul Iman (Nuri) gelar konser kemanusiaan bertajuk Gebyar Nuri 2020, dalam rangka milad ke-27. Konser yang mengangkat tema “Bersama Nuri Membangun Negeri, Bersama Palestina meraih Berkah” ini, diisi dengan parenting, lomba, bazaar, dan konser penyanyi Opick. Serta donasi yang dikumpulkan selama acara untuk Palestina.

Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan MI Nuri Junaidi Abdullah mengatakan acara ini penyajiannya berbeda tidak hanya sekedar syukuran potong tumleng dan makan-makan. Tapi bisa menggandeng banyak pihak dan bisa ikut serta dalam acara dengan mengkombinasikan edukasi sebagai inti dari lembaga pendidikan. Namun juga meraih donasi sebagai aspek karakter empati dari anak-anak didik khususnya juga mengajar masyarakat banyak umumnya.

Disatu sisi NURI memang belum pernah mengadakan event besar yang bisa melibatkan tokoh masyarakat se Tanah Baru, para anggota dewan, jajaran kecamatan, jajaran Maoenda Depag, jajaran Disdik Kota Depok, Wakil Walikota bahkan D1 Wali Kota Depok yg dulu pernah metesmikan MIT Nurul Iman sebagai sekokah Ramah Anak.

“Selain itu juga berbarengan dengan masa penerimaan peserta didik baru yang msh tersisa 7 kursi lagi dengan mengundang TK2 se Beji dalam ajang kompetisi mewarnai, Adzan, Tahfizh dan Fashion Show. Jadilah event ini sebgai ajang promosi kepada seluruh masyarkat akan prestasi yang diraih NURI selama ini, baik dr sisi akademis dan juga krgiatan NURI yang tergabung dala kegiatan eksktrakurikuler,” jelas Jun.

Junaidi melanjutkan, keterlibatan komite dalam event ini sangat besar sekali. Support mereka bukan hanya dana tapi juga tenaga dan referensi sponsor serta mobilisasi para orangtua agar ikut dan terlibat membantu sebisa yang dimampu.

Untuk tema parenting, sebenarnya mengangkat peristiwa dan paradigma pengasuhan yang masih keliru di tataran orang tua pada umumnya, bahwa pengasuhan itu selama ini hanya tertumpu pada peran ibu sehingga ada ruang kosong dalam jiwa anak-anak yang berpengaruh terhadap usia perkembangan di tahap berikutnya.

Krbetulan efek negatif terhadap kekosongan peran ayah itu berimbas di masa dewasanya ditambah lagi munculnya kasus Rheyhan Sinaga, Demo para ibuttg LGBT dan juga kasus anak bunuh diri di surabaya yang menambah deretan panjang betapa pengasuhan itu harus dijalankan berdua oleh ayah dan ibu.

“Bukan saja satu pihak. Jadi tema ini pas banget antara yang dbutuhkan ortu dan juga guru tentunya untuk bisa dapatkan solusi tetlebih lagi untuk masyarkat umum agar lebih aware terhadap pengasuhan anak,” urainya.

Sedangkan jumlah Donasi hingga perhitungan siang kemarin sebesar Rp. 177.488.900, walaupun diakhir acara ada saja dari kantong-kantong sunduq siswa masih terus ada yang memberi hingga terkumpul 180 juta.

Jumlah ini sudah melampaui target yang dicanangkan yakni 100 juta. Hal ini karena jerih payah panitia dan seluruh kru yang terlibat agar bisa optimal raih donasi terbaik.

“Seluruh donasi yang terkumpul langsung kami serahkan kepada TIM AKSI, Aliansi Kemanusiaan Seluruh Indonesia sbg lembaga yang digandeng Qupro untuk penyaluran donasi terkumpul kepada masayarakat Indonesia yg tertimpa bencana banjir dan saudara-saudara Palestina yabg saat ini sedang membutuhkan,” tutupnya.(mia)