ilustrasi

DepokNews-‘Tiga perampok diduga menggunakan senjat tajam dan api pada Sabtu(25/5) menyatroni minimarket di Jalan Raya Abdul Wahab RT 4/RW 8, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Sawangan.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun,  peristiwa perampokan yang  berjumlah tiga orang itu diketahui sekitar pukul 23 :00.

Kawanan pelaku berjumlah tiga orang, dua diantaranya berseragam 
minimarket masuk ke dalam toko sesaat korban (pegawai)  toko baru mematikan AC dan hendak menutup rolling door.

Saat hendak menutup rolling door
salah satu pelaku menodongkan sejenis pistol diduga senjata api ke arah korban dan teman lainnya menggunakan golok dan mengancam korban menunjukkan brankas yang ditaruh belakang gudang.

Pelaku kemudian menguras  uang penjualan selama tiga hari sebanyak Rp.65 juta.

Pelaku juga menggambil motor jenis matic milik karyawan.

Sementara itu Kapolsek Sawangan Kompol Suprasetyo membenarkan adanya peristiwa tersebut dimana dua korban yang merupakan pegawai sudah melaporkan kejadian tersebut.

Dari keterangan kedua pegawai minimarket yakni Tri Widianto (19) dan Rian Ardiansyah (25)  peritsiwa itu berawal saat kedua karyawan terse
but mau mematikan AC.

Tiba-tiba tiba pintu depan yang sudah ditutup dibuka oleh tiga pelaku yang langsung menodongkan pistol dan golok ke arah korban.

Pelaku yang menggunakan pistol mengancam  korban Tri,  lalu teman satunya diminta pelaku untuk menunjukan brankas yang ada di dalam gudang dan menggasak uang penjualan sebesar Rp 65 juta.

Usai menjarah uang dan merampas motor dan HP, lkorban disekap di gudang belakang toko.

Korban yang disekap mencoba membebaskan diri dengan menjebol plafon gudang lalu teriak minta tolong . Teriakan korban didengar warga sehingga korban berhasil diselamatkan.

Dari keterangan sejumlah saksi,  ciri-ciri pelaku, dua diantaranya berbadan tinggi dan satu lagi pendek.

Namun wajahnya ditutupkain buff hitam dan helm.

“Para korban termasuk pemilik toko sudah melaporkan kejadian ini ke Polsek Sawangan, penyidik Reskrim kami masih melakukan penyelidikan untuk mengejar para pelaku,”katanya.

Suprasetyo menghimbau kepada masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan di lingkungan untuk antisipasi gangguan kamtibmas menjelang libur Hari Raya Idul Fitri (lebaran).

“Menjelang libur Lebaran kita meminta masyarakat khususnya warga Sawangan dan Bojongsari untuk lebih waspada dan hati-hati menjaga lingkungan dari masalah gangguan kamtibmas seperti pencurian rumah kosong (rumsong),katanya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menuturkan peristiwa perampokan itu dilaporkan karyawan minimarket setelah mereka berhasil membebaskan diri dari sekapan pelaku ke Polsek Sawangan, pada Minggu (26/5) subuh sekitar pukul 05.00.

Ia menjelaskan dari kesaksian tiga karyawan minimarket yang disekap peristiwa berawal saat Sabtu (25/5) malam sekira pukul 23.20.

Saat itu toko sudah tutup dan seorang karyawan yakni Tri Widianto (19) mematikan AC dan menutup pintu depan.

Tiba-tiba masuk 3 orang dengan memakai seragam minumarket dan menodongkan sejenis senjata api dan golok.

Mereka mengancam dan menyuruh para karyawan masuk ke ruangan belakang.

Karyawan itu disuruh pelaku untuk membuka brankas. Karena diancam senjata api dan ketakutan, sang karyawan membuka brankas yang menyimpan uang hasil penjualan minimarket,” kata Argo.

Kemudian katanya pelaku menggasak semua uang di dalam brankas yang berjumlah total Rp 68.413.000.

“Semua uang di dalam brankas digasak pelaku,” kata Argo.

Bukan itu saja kata Argo, satu sepeda motor Honda Vario F 6494 FCY dan satu HP Xiaomi milik karyawan juga dibawa ketiga pelaku.

Setelah itu ketiga pelaku kabur dengan uang dan barang hasil pencuriannya,” kata Argo.

Mereka meninggalkan tiga karyawan minimarket yang disekap, dengan diikat tali dan lakban di ruang belakang minimarket.

Akhirnya para karyawan berhasil membuka tali dan lakban setelah berupaya keras. Mereka kemudian membuat laporan ke Polsek Sawangan

Setelah menerima laporan itu petugas langsung mendatangi lokasi kejadian.