DepokNews — Sampah merupakan masalah utama dalam kehidupan sehari-hari. Banyaknya aktivitas dari kegiatan manusia tidak jarang menghasilkan material berupa benda sisa yang secara terus menerus akan menjadi tumpukan di alam. Benda sisa yang tidak berguna dan tidak diinginkan dalam jangka panjang akan menjadi permasalahan serius yang harus dilakukan pencegahan dan diberi perhatian serius. Benda sisa yang dibuang di alam tersebut biasa kita sebut sebagai sampah.

Sampah yang berada di alam menjadi masalah serius karena memiliki sifat yang merugikan bagi makhluk lain yang tinggal di sekitarnya.

Jum’at (10/01/2020) Bank Sampah STEI SEBI berkolaborasi dengan NaFo (Natural Forum) melakukan pemilahan sampah disekitar lingkungan Kampus STEI SEBI.

Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pelajaran kepada para mahasiswa STEI SEBI bahwa beberapa sampah yang selama ini mereka buang dan masih tercampur satu sama lain memiliki nilai manfaat ketika dipilah, diolah dan didaur ulang dengan cara yang benar. Beda halnya jika merka buang, kemudian dipendam atau dibakar oleh bagian umum maka yang akan terjadi adalah pencemaran lingkungan.

Bank Sampah STEI SEBI membatasi Sampah-Sampah yang dijadikan objek pemilahan yaitu sampah-sampah an-organik yang tidak mudah tergedradasi oleh mikroorganasime menjadi 3 jenis sampah.
Pertama yaitu sampah botol Plastik, kedua sampah kaleng, dan ketiga yaitu Sampah Kardus.

“Kegiatan ini dilakukan sedikit demi sedikit agar terwujudnya cita cita kita untuk menjadikan kampus STEI SEBI sebagai Eropanya Bojongsari” ujar Erna Maryna (Penanggung Jawab Asrama Putri dan ketua Kepengurusan Bank Sampah STEI SEBI)

Awalnya Bank sampah hanya berjalan diasrama putri SEBI, yang kemudian banyak element dari Kampus yang memiliki satu visi yang sama sehingga STEI SEBI membentuk sebuah komunitas sendiri yang diberi nama Ranger’s (Relawan Lingkungan Bersih) yang kemudian berkolaborasi dengan Nafo(Natural Forum) dan bagian Umum kebersihan STEI SEBI.

“Kegiatan Pemilihan Sampah akan dilakukan 2 kali Dalam satu Bulan. Pertama yang akan kita lakukan penimbangan sampah yang masih tercampur, kemudian ketahap pemilahan, kemudian penjemputan sampah yang teleh dipilah oleh pihak pengepul terbesar didepok” Sambung Erna Maryna.