DepokNews, Purwakarta – Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hj. Nur Azizah Tamhid, B.A. M.A, pada Rabu (21/1), bersilaturahim dengan kader-kader PKS Kabupaten Purwakarta di kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PKS Kabupaten Purwakarta. Kedatangan Nur Azizah ditemani sang suami Dr. H. Nur Mahmudi Isma’il, M.Sc. yang merupakan Presiden Partai Keadilan pertama pada tahun 1998, sebelum berubah nama menjadi PKS. Di hadapan para kader, Nur Azizah memberikan motivasi dan berbagi pengalamannya sebagai kader PKS yang saat ini duduk sebagai Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKS.

Kehadiran Nur Azizah dan suami disambut kader-kader Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) PKS Kabupaten Purwakarta. Di hadapan kader BPKK, Nur Azizah memberikan motivasi agar terus menjadi ummahat yang berdaya tidak hanya untuk keluarga kecilnya tetapi juga harus terus berkarya dan berkiprah dalam skala yang jauh lebih luas, untuk masyarakat.

“Insya Allah kader BPKK PKS di sini sudah banyak kontribusinya di masyarakat. Kita harus terus berjuang untuk mencerdaskan masyarakat. Tentu kita harus terus mengambil peran itu, membaur menjadi bagian dari masyarakat dari skala terkecil di tingkat RT dan RW, hingga skala besar di negeri ini”, jelas Nur Azizah.

Ia mengajak agar perempuan jangan takut mengambil peranan lebih besar di masyarakat. Nur Azizah turut berbagi pengalamannya sebagai satu-satunya anggota perempuan di Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKS. Dimana ia banyak bersinggungan langsung dengan urusan sosial, keagamaan, kebencanaan serta pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Nur Azizah turut berbagi pengalaman, sebelum menjadi anggota DPR RI ia juga pernah menjadi Ketua Rumah Keluarga Indonesia (RKI) tingkat kecamatan, di bawah naungan PKS Kecamatan Cimanggis Kota Depok. Selain itu, ia juga menceritakan pengalamannya Ketika menjadi Ketua TP-PKK Kota Depok saat sang suami Nur Mahmudi menjabat sebagai Walikota Depok periode 2006-2016.

“Saat menjadi istri Walikota, secara rutin saya mengisi kajian bulanan di Masjid Balaikota Depok, sebagai bentuk syiar menyampaikan bimbingan, arahan dan motivasi kepada para pengurus agar memiliki pemahaman agenda yang benar, tulus ikhlash dan bersemangat dalam Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga. Alhamdulillah setiap bulannya rutin dihadiri ibu-ibu perwakilan pengurus PKK kelurahan dan kecamatan se-Kota Depok serta para pengurus TP PKK Kota Depok yang jumlahnya sekitar 500 orang. Alhamdulillah mereka begitu antusias setiap bulannya datang ke kajian, sekaligus bersilaturahim dan memperbaharui semangat pemberdayaan”, terang Nur Azizah.

Nina ketua BPKK PKS Kabupaten Purwakarta, sangat mengapresiasi kehadiran Nur Azizah di Purwakarta yang bukan merupakan Dapil Nur Azizah. “Alhamdulillah kami sangat bersyukur atas kehadiran ibu Nur dan Pak Nur. Atas ilmu dan pengalaman yang telah dibagikan kepada kami. BPKK baru saja terbentuk kepengurusan baru di awal Januari 2021. Semoga dengan pengalaman yang telah dibagikan hari ini, dapat menjadi semangat tersendiri khususnya bagi kami di PKS Purwakarta ini. Sebagaimana program-program yang telah dicanangkan DPD, saatnya kini kami berlari menjalankan program dan memberikan yang terbaik”, terang Nina.

Pada kesempatan ini, kepada pengurus BPKK PKS Kabupaten Purwakarta, Nur Azizah turut memberikan buku kumpulan tausiyah yang ditulis Nur Azizah selama dirinya menjabat sebagai Ketua TP-PKK Kota Depok serta Buku Panduan TP PKK Kota Depok pada zamannya. Ia berharap rangkaian buah pemikiraannya ini dapat menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi seluruh kader khususnya kader perempuan PKS di Kabupaten Purwakarta.

“Sebagai kader, jangan pernah takut untuk berkiprah lebih luas, menjadi agen pembawa perubahan yang membawa kebaikan. Tidak terkecuali kita, perempuan, teruslah berkontribusi. Jangan takut untuk berinovasi dan berkarya di tengah masyarakat. PKS saat ini merupakan Partai Islam Rahmatan Lil alamin, artinya kita semua sebagai kader harus dapat menjadi agen Rahmatan Lil Alamin, sebagaimana pesan Presiden PKS saat Munas lalu. Kebaikan itu harus selalu tercermin dalam diri setiap kader PKS”, pungkas Nur Azizah.