Oleh : Rizka Tri Handayani

DepokNews–Hidup memang tak selalu berteman baik untuk semua orang. Ada orang-orang yang beruntung dengan kehidupan keluarga yang serba kecukupan dan penuh kasih sayang. Ada pula mereka yang tak seberuntung itu.

Intan (9) , anak kecil yang hidup di asrama sekolah Masjid Terminal (Master) menjalani hidup yang tak seberuntung anak-anak kebanyakan. Siswi kelas empat SD ini tak memiliki rumah dan sejak kecil hidup di asrama seorang diri. Namun cita-citanya begitu mulia, ingin jadi dokter agar bisa mengobati orang secara gratis.

Tumbuh dilingkungan asrama dan kurangnya kasih sayang seorang ibu membuat Intan tumbuh menjadi anak yang mandiri dan kuat.

Ayahnya merupakan supir angkot, sedangkan ibunya bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKI), yang tidak pulang semenjak Intan berumur 5 tahun.

” Aku dari kecil disini, dari umur 5tahun.Ibu jadi TKI ayah supir angkot. Gak pernah ketemu, Ibu gak pernah pulang soalnya ” Ungkap Intan saat ditemui di Masjid Master, Rabu (14/10/2020).

Intan yang selama pandemi Covid-19 tidak melakukan sekolah offline, kini mengisi waktu kosong nya dengan berjualan pisang goreng dan es lilin. Ia dan temannya berjualan keliling disekitar terminal Kota Depok.

Sehari-harinya ia hanya mendapatkan upah sedikit sekitar lima ribu rupiah, kadang saat sepi ia rela tak mendapatkan upah. Upah itu ia gunakan untuk jajan dan menabung.

Si kecil penjual pisang goreng ini, senang menjalani kehidupan yang ia miliki saat ini. Belajar bersama guru dan bermain bersama teman-teman di Master sudah cukup memberikan kebahagiaan yang sederhana untuknya.

Cita-cita mulia gadis kecil ini adalah menjadi seorang Dokter.
” Iya aku mau menjadi Dokter, agar bisa menyembuhkan orang. Apalagi buat orang-orang yang gak mampu, Aku mau nyembuhin mereka secara gratis ” Tuturnya.

Tinggal dan bersekolah secara gratis sedari kecil. Membuat Intan tumbuh dengan jiwa kepedulian yang tinggi terhadap mereka yang tak mampu.