Membangun Ketahanan Keluarga dan Kota Ramah Keluarga

Posted on 1,365 views

DepokNews– Ramah Keluarga. Satu dari tiga program unggulan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2016-2021 Kota Depok. Sejatinya, program ini memiliki implikasi yang strategis bagi pembangunan sumberdaya manusia secara komprehensif. Bahwa pembangunan manusia dilakukan bukan hanya dari aspek individunya, namun juga unit sosial terkecil yang menaunginya yaitu keluarga.

Menempatkan keluarga dalam kebijakan pembangunan merupakan solusi jitu dalam mengatasi banyak permasalahan sosial. Selain itu ketika proses pembangunan menempatkan keluarga sebagai entitas sosial strategis maka akan terjadi akselerasi pencapaian tujuan. Karena ketika keluarga diberikan akses untuk berdaya, didampingi dalam menghadapi masalah dan difasilitasi untuk mengembangkan potensinya, mereka akan menjadi mitra produktif pembangunan. Kuncinya ada pada bagaimana ketahanan keluarga ditingkatkan.

Apa itu ketahanan keluarga? Yaitu kondisi dinamik suatu keluarga yang memiliki keuletan dan ketangguhan serta
mengandung kemampuan fisik materiil dan psikis mental spiritual guna hidup mandiri dan mengembangkan diri
dan keluarganya untuk hidup harmonis dalam meningkatkan kesejahteraan lahir dan kebahagiaan batin.

Ketahanan keluarga meliputi empat aspek yakni aspek spiritual, fisik, psikis dan sosial. Melalui pembangunan ketahanan keluarga maka keempat aspek ini bisa ditingkatkan kualitasnya. Sehingga menghasilkan daya ulet dan tangguh untuk menghadapi berbagai dinamika kehidupan. Tidak ada keluarga tanpa masalah, namun dengan ketahananan yang dimilikinya mereka bisa menyelesakannya. Bahkan mereka sanggup mengoptimalkan berbagai potensi dengan segala keterbatasan yang ada.

Peningkatan ketahanan keluarga dengan keempat aspeknya membutuhkan dukungan eksternal. Dalam hal ini lingkungan yang melingkupinya. Keluarga dan lingkungan di mana dia berada adalah dua hal yg tidak bisa dipisahkan. Sehingga membangun lingkungan yang kondusif, yang mengakomodir kebutuhan proses peningkatan ketahanan keluarga sangat dibutuhkan. Kondisi tata ruang kota, sarana dan prasarana dasar dan ruang publik yang ramah keluarga adalah infrastruktur yang menunjang hadirnya ketahanan keluarga. Dengan kata lain, keluarga membutuhkan kondisi kota yang ramah keluarga.

Ketahanan keluarga dan kota ramah keluarga merupakan dua terminologi yang saling terkait. Dalam pelaksanaannya dapat dilakukan secara simultan. Dan dalam dua tahun terakhir Pemerintah Kota Depok telah memperlihatkannya. Upaya sosialisasi, edukasi, pendampingan dan pemberdayaan yang berkaitan dengan ketahanan keluarga terus dilakukan. Fasilitasi program dirancang lebih serius dari sebelumnya. Misalnya keberadaan Program Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) . Juga keberadaan Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3). Keduanya melengkapi kebutuhan keluarga dalam menghadapi permasalahan serta penembangan potensinya.

Demikian pula dengan keramahan kotanya. Pelan tapi pasti terus direncanakan untuk dilaksanakan. Visi Kota Depok sendiri sebagai kota yang nyaman tentu menjadi modal awal keramahan terhadap keluarga. Pemenuhan ruang terbuka hijau yang terkonversi menjadi taman di tingkat kelurahan merupakan satu keberpihakan terhadap kebutuhan keluarga. Kita berharap pedestrian kota terutama di pusat kota dapat di tata menjadi lebih elegan. Pariwisata kota? Kita punya sumberdayanya. Misal, taman hutan raya di Kecamatan Panmas menunggu pengelolaan yg apik. Selain tetap difungsikan menjadi paru paru kota juga dapat dijadikan wahana rekreasi keluarga yang mudah diakses dan terjangkau berbagai kalangan. Satu lagi, rencana pembangunan alun alun. Tentu hal yang sangat dinanti. Wahana interaksi tanpa sekat. Menguatkan aspek ketahanan sosial keluarga.

Fasilitas pelayanan dasar dari waktu ke waktu semakin memadai. Pemerintah berlari cepat mengikuti laju pertumbuhan penduduk akibat migrasi. Alhamdulillah gedung RSUD baru telah diresmikan. Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi keluarga. Hal ini juga diikuti dengan peningkatan puskesmas sebagai faskes pertama. Menghadirkan layanan setara rumah sakit. Pelayanan 24 jam, rawat inap dan poned. Demikian hal nya untuk pelayanan dasar lainnya seperti pendidikan, perumahan dan kawasan pemukiman.

Dengan demikian membangun relasi yang kuat antara keluarga dan kotanya adalah keniscayaan. Keluarga sebagai unit sosial terkecil signifikan menentukan kualitas masyarakat. Bahkan menentukan kualitas bangsa. Bahwa kebaikan sebuah bangsa dimulai dari kebaikan yang dihadirkan bagi keluarga.

Dengan melihat aspek, ruang lingkup cakupan serta tujuannya, maka program Depok menuju kota yang ramah keluarga, adalah sebuah kerja besar. Kerja yang memerlukan sumber daya, itikad baik, komitmen dari semua pihak serta rentang waktu yang tidak sebentar. Selain itu masih dibutuhkan terobosan program baru serta kajian yang lebih mendalam bagi kesinambungannya. Dan bahwasanya pembangunan adalah pembangunan manusia seutuhnya. Maka jangan pernah berhenti untuk membangun keluarga yang berketahanan.

Penulis
T. Farida Rachmayanti
Anggota Legislatif Dapil Beji Cinere Limo
Fraksi PKS Depok