Membangun Hubungan Dekat dengan Al qur-an

Posted on 170 views

Oleh : Muhamad Ilham Syahroni

STEI SEBI DEPOK

Puji syukur kehadirat Allah subhanahuwata’ala yang telah menurunkan Al-qur’an kepada nabinya Muhammad shalallahu’alaihi wa sallam, melalui malaikatnya yang mulia, Jibril ‘alaihisalam, serta Allah jadikan Jibril sebagai sebaik-baiknya malaikat. Kemudian Allah turunkan Al-qur’an kepada nabinya Muhammad SAW, Allah jadikan dia menjadi sebaik-baiknya manusia untuk teladan seluruh makhluk di muka bumi. Diantara keutamaan Al-qur’an,  Allah jadikan hari dimana Allah turunkan Al-qur’an, Allah jadikan hari tersebut menjadi sebaik-baiknya hari,  dengan bertepatan dengan malam lailatul qodr, yang dimana di malam ini memiliki keutamaan yang lebih baik dari seribu bulan.

Alquran adalah sumber kemuliaan. Siapapun yang menjadikan Al-quran sebagai panduan hidup, maka tidak ada yang akan dia dapatkan selain kemuliaan (QS Al-Anbiyaa [21]: 10). Namun, siapa pun yang berpaling dari tuntutan Al-quran, maka Allah akan memberikan kesempitan dalam hidupnya (QS Thahaa [20]: 124).

من بركة القرآن أن الله يبارك في عقل قارئه وحفظه.

فعن عبد الملك بن عمير :

( كان يقال أن أبقى الناس عقولا قراء القرآن )

Dari berkah Al-Quran bahwasanya Allah ta’ala memberi keberkahan pada akal para pembaca dan penghafalnya. Abdul Malik bin Umair berkata : ”Dikatakan bahwasanya manusia yang paling terjaga akalnya adalah para penghafal Al-Quran.”

تعلّق بالقرآن تجد البركة

قال الله تعالى في محكم التنزيل: “كتاب أنزلناه اليك مبارك”

Dr.Aiman Suwaid menjelaskan pada makalahnya. Dr.Aiman berkata: “Bergantunglah pada Al-Quran maka engkau mendapatkan keberkahan. Serta Allah ta’ala berfirman dalam firmannya: “{Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah} (Saad ayat : 29)”. Bagaimana menjadikan Al-qur’an  sebagai sahabat sejati yang bisa disertakan di setiap tindakan dan perilaku kita sehari-hari.

Terdapat empat langkah dasar serta jitu dalam mempertahankan kecintaan terhadap Al-qur’an sehingga, bacaan Al-qur’an akan meresap di hati dan dapat dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Bahwa telah diriwayatkan oleh sebagian sahabat, bahwasannya Aisyah pernah ditanya oleh sebagian para sahabat tentang sesuatu apa yang menakjubkan dalam pribadi Rasulullah shalallahualaihi wasalam. Aisyah lalu menjawab bawasannya semua perilaku Rasululah baik perkataan ataupun perbuatan membuat seorang Aisyah takjub karena Akhlak rasul adalah Al-qur’an. Hal ini merupakan cerminan kita bersama bahwasnnya Al-qur’an bukan hanya semerta-merta hanya bacaan tetapi yang jauh lebih penting apakah Al-qur’an itu sudah meresap dalam pikiran serta perbuatan kita, silahkan dijawab sendiri.

Perlu adanya langkah-langkah praktis dalam upaya pendekatan terhadap Al qur’an diantara langkah-langkah dalam memperkuat hubungan dengan Al-qur’an adalah:

  1. Paksaan

Paksakan berupa dorongan untulk diri sendiri agar dekat denga Al-qur’an. Agar terus bisa Tilawah tiap hari, dengan suka atau tidak, ringan ataupun berat, cepat atau lambat asal jangan terlewatkan waktu dengan tidak membaca atau menghafalkan Al-qur’an. Paksaan ini merupakan langkah awal agar seseorang bisa dekat denga Al-qur’an karena sesuatu kecintaan kadangkala berawal dari paksaan untuk melakukan hal kebaikan.

  1. KEBIASAAN

Beberapa bentuk paksaan akan berubah menjadi kebiasaan. Kita akan merasa aneh jika tidak tilawah sehari saja. Ini akan memunculkan pola pikir bahwa membaca Al-qur,an merupakan hal yang harus dikerjakan setiap harinya, dengan membacanya, memahaminya atau dengan menghafalkannya. Seehingga berawal dari paksaan tadi akan terlahir sesuatu kebiasan baik.

  1. KEBUTUHAN

Kebiasaan yg terus di lakukan akan berubah menjadi kebutuhan. Di tahap ini sudah mulai tumbuh benih-benih cinta tilawah, akan merasa rugi jika tidak bisa tilawah, karena menganggap Al-qur’an sudah menjadi kebutuhan wajib yang harus dipenuhi setiap hari. Berawal dari kebutuhan, kecintaapun mulai muncul dengan sendirinya karena didasari dengan kebutuhan yang harus terpenuhi seperti kebutuhan pokok yang wajib ditunaikan.

Salah satu kesalahan manusia dewasa ini adalah berinteraksi dengan Al qur’an dengan cara yang disuka, bukan dengan cara yang Al Qur’an suka. Membaca Al Qur’an hanya dilakukan di waktu waktu sisa, mendatangi Al Qur’an hanya waktu membutuhkan, padahal idealnya Al Qur’an harus dibaca dan di-tadabbur-i setiap saat, karena kebutuhan manusia akan Al Qur’an jauh lebih besar daripada kebutuhan akan oksigen.

“Buat apa hidup kalau berada dalam kegelapan dan kebodohan? Kita hanyalah bangkai-bangkai yang berjalan jika tanpa ruh Al Qur’an”, tegas Ustadz Bachtiar.

Beliau memberikan tips supaya lebih mudah untuk tadabbur Al Quran yaitu dengan menghadirkan tiga organ tubuh ketika membaca Al Qur’an. Hati yang hadir saat membaca Al Qur’an, pendengaran yang tunduk pada peringatan-peringatan Al Qur’an, dan mata yang menjadi saksi atas kebenaran-kebenaran yang digambarkan Al Qur’an.

  1. KENIKMATAN

Pada tahap ini tilawah sudah menjadi candu. tilawah berlama lama adalah kenikmatan. Sedangkan ketika terlewat tidak bisa tilawah akan membuat diri resah, hal ini memunculkan sugesti untuk menikmati bacaan yang dilantunkan dan merasa gundah saat dia tidak bisa membacanya. Perlu diingatkan juga kenikmatan akan muncul bukan semata-mata hanya membaca berulang kali tetapi saat pembaca sudah mulai mengenal bacaan dari Al-qur’an. Karena Al-qur’an tidak akan hinggap di hati seseorang yang banyak dilakukannya maksiat.

Al-Imaam ‘Abdullaah bin Al-Mubaarak meriwayatkan :

 

أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عِيسَى ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ ، عَنْ ثَوْبَانَ , قَالَ : قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إِنَّ الرَّجُلَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيبُهُ ”

 

Telah mengkhabarkan kepada kami Sufyaan, dari ‘Abdullaah bin ‘Iisaa, dari ‘Abdullaah bin Abi Al-Ja’d, dari Tsaubaan, ia berkata, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya seseorang terhalangi rizkinya karena dosa-dosanya.” [Az-Zuhd wa Ar-Raqaa’iq no. 76] – Sanadnya hasan.

 

Pendapat Ulama yang bernama Fudhayl bin Iyadh bahwa : “Sesungguhnya jika aku bermaksiat kepada Allah maka aku akan mengetahuinya dari perilaku keledaiku dan pembantuku.” Oleh sebab itu jangan campurkan kenimatan Al-qur’an dengan dengan menentang Allah dengan berprilaku maksiat yang akan menghilangkan kenikmatan dalam membaca Al-qur’an.

Ini dari pemamparan diatas adalah Jangan tinggalkan bacaan harianmu. Karena demi Allah, ia adalah sumber keberkahan dalam harimu jika engkau mengikhlaskan niat karena Allah.

عَنْ عُثْمَانَ – رضى الله عنه- عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ «خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ» رواه البخاري

Artinya: “Ustman bin Affan radhiyallahu ‘anhu berkata: “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar al-Quran dan mengajarkannya.” (Hadits riwayat Bukhari).

 

Seharusnya bagi pembaca Al qur’an, sebelum ia hendak membaca Al qur’an harus dalam keadaan yang suci secara sempurna berupa, baju yang bersih, tenang serta khusu’ dan merendahkan diri serta menyertakan hati untuk mengingat kekuasaan Allah SWT.  Dengan mengingat Allah saat membaca Al qur’an akan menambah keimanan kita serta menambah semangat kita, untuk senantiasa memahami isi kandungan dalam Al-qur’an dan mempraktikannya dalam kehidupan kita(wallahua’alam bis shawab).

 

Daftar Pustaka

 

Ahmad,Muhammad, ملخص المفيد في علم التجويد, Darus salam, Madinah,1980.

https://muslim.or.id/8144-apakah-anda-termasuk-sebaik-baik-manusia.html ( Ahad, 29 Oktober 2017, jam 23.09)

https://nasehat.net/538-akibat-dosa-kita.html ( Ahad, 29 Oktober 2017, jam 23.09)

http://inpasonline.com/bachtiar-nasir-kebutuhan-manusia-akan-al-quran-lebih-besar-dari-kebutuhan-terhadap-oksigen/ ( Ahad, 29 Oktober 2017, jam 23.09)