DepokNews–Organisasi yang merupakan sebuah kumpulan dari individu individu yang memilki tujuan yang sama, merupakan sebuah konsekuansi logis dari hidup bermasyarakat. Hal ini dikarenakan kebutuhan dan permasalahan manusia yang semakin kompleks, memaksakan manusia untuk membuat aturan aruran untuk manusia itu sendiri hal itu, hal itu demi terciptanya keadaan manusia yang teratur. Keteraturan itu diciptakan manusia karena adanya suatu organisasi yang mengaturnya. Idealnya suatu organisasi itu memilki struktur, ada ketua, sekertaris, bendahara, dan bagian bagian yang tentu sesua dengan kebutuhan dari organisasi tersebut, hal ini demi terwujudnya tujuan dari pada organisasi itu sendiri. tanpa adanya sebuah struktur yang baik, organisasi tidak akan teratur. Itu adalah sebuah konsekuensi logis, yang baik akan melahirkan yang baik dan yang buruk akan melahirkan yang buruk.

Berbicara mengenai organisasi tentu tak terlepas dari regenerasi. Istilah regenerasi biasanya kita dapat menyebutnya dengan perkaderan. Eksisitensi sebuah organisasi ditentutkan bagaimana organisasi itu mewujudkan sebuah sumber daya manusia yang dapat meneruskan estafet dari organisasi itu sendiri. sebut saja organisasi pelajar terbesar di Indonesia seperti IPM, IPNU, IPPNU, PII adalah organisasi perkaderan dalam lingkup pelajar yang mana tujuan dari organisasi tersebut yaitu dapat menciptakan dan mewujudkan bibit-bibit kader yang unggul dalam berbagai aspek bidang. Untuk itu, baik buruknya suatu organisasi dapat ditentukan bagaimana sistem perkaderan yang diselenggarakannya.

Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu Nabi dan Pemimpin muslim yang paling berpengaruh, karenanya Islam mampu tersebarluasakan bukan hanya di semenanjung Arab melainkan juga sampai ke tengah bangsa eropa. Perlusan Islam sampai ke tengah tengah bangsa barat merupakan buah hasil dari perkaderan Rasulullah SAW kepada para sahabatnya sehingga mampu menanamkan nilai-nilai Islam terus hidup bahkan berkembang setelah kematiannya. Maka dari itu, perkaderan menjadi sangatlah penting dan dapat di istilahkan sebagai jantungnya sebuah organisasi, mengingat dengan sistem perkaderan yang baik didalam sebuah organisasi akan mampu terus bereksistensi dengan nilai dan tujuan yang telah dikonsepkan sehingga tujuan bersama akan mamapu terealisasikan dengan baik.

Mengapa disebut sebagai jantungnya organisasi? Sebab jantung adalah sumber kehidupan yang ada didiri manusia. Jika jantung itu rusak, mati atau hilang. Maka manusia itu tak akan bisa hidup, manusia itu mati. Sebab jantung merupakan pusat dari seluruh tubuh. Begitupula organisasi, perkaderan merupakan sumbu gerakan, tanpa adanya perkaderan dalam sebuah gerakan tampak seperti paguyuban kadangkala harus bubar, karena ketiadaan regenerasi dan lenyapnya semangat kesukaan, keinginan dan gairahnya.

Sistem perkaderan yang baik akan menciptakan kader yang baik pula, hal ini tidaklah mudah karena itu perlunya pemupukan dan pemahaman nilai akan sebuah organisasi itu sendiri. selayaknya pendidikan yang bertujuan memanusiakan manusia, begitupula dengan perkaderan, kader yang merupakan benih regenerasi dari suatu organisasi, haruslah diberi nutrisi pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan dari kader itu sendiri tanpa terlepas dari nilai dan tujuan organisasi itu. hal ini dalam rangka memanusiakan manusia, karena kader juga manusia yang harus deberikan ilmu pengetahuan. Mengkonsepsikan sistem perkaderan, bukanlah hal yang mudah, melihat zaman yang semakin dinamis ini maka partumbuhan dan perkembangan manusia pun semakin dinamis dan abstrak, hal ini dapat dilihat pada masyarakat kita hari ini, bagaimana teknologi dan Informasi mempengaruhi segala aspek kehidupan manusia. Maka dari itu sistem perkaderan dirumuskan haruslah sesuai dengan konteks dan kebutuhan masyarakat pada umumnya, serta nilai yang perlu ditafsikan secara dinamis dan mampu dipahami dengan baik.

Pada intinya, Perkaderan amatlah penting untuk masa depan sebuah organisasi. Oleh sebab itulah dibuatkan prosedur dalam mengkader yakni Sistem Perkaderan. Agar perkaderan itu tidak melenceng maka dalam pengelolaan perkaderan harus sesuai dengan Sistem Perkaderan masing-masing organisasi yang didalamnya sudah sangat lengkap mengenai kurikulum dan strategi yang digunakan. Karena kader adalah pemegang tongkat estafet kepemimpinan dalam sebuah organisasi.