Puskesmas, posyandu dan Kader PKK bersinergi menyukseskan Imunisasi MR (Foto: Mia Nala Dini-DepokNews)

Melebihi Terget Imunisasi MR, Ini Kunci Sukses Kota Cilegon 

Posted on
DepokNews- Pencapaian Imunisasi Measles Rubella (MR) di Kota Cilegon, melebihi target hingga 101 persen. Dengan capaian 113,803 anak dari jumlah sasaran sebesar 112.095.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, Niniek Harsini mengatakan pencapaian ini adalah hasil kerja keras semua pihak yang terlibat. Dalam kegiatan Imunisasi MR ini, Dinkes Kota Cilegon melibatkan organisasi profesi kesehatan. Seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI) untuk pemberian imunisasi. Sedangkan untuk sosialisasi, melibatkan beberapa unsur seperti Dinas Pendidikan Kota Cilegon, Kemenag, Kepolisian, ABRI, Camat dan Lurah hingga kader PKK.
Sinergisitas diakui Niniek adalah kiat sukses Kota Cilegon dalam Imunisasi MR. Karena bila tidak melibatkan vertikal maka sosialisasi akan dirasa kurang. Dibutuhkan penyuluhan langsung ke lapangan, agar masyarakat mengetahui dampak bila tidak imunisasi MR.
“Anggaran kami sudah dari Tahun 2016, bergerak sosialisasi dari Bulan Maret  sampai Agustus 2017. Karena itu masyarakat sudah tahu informasinya sejak lama,” jelas Niniek di Kantor UPT Puskesmas Kecamatan Cibeber, Jalan Komplek Pondok Cilegon Indah, Kota Cilegon,  Senin (9/10).
Niniek melanjutkan, di Bulan Agustus akhir pihaknya juga melakukan sweeping anak-anak yang belum imunisasi MR. Dibantu kader PKK langsung menyisir ke lapangan.
“Misalnya saat pelaksanaan di sekolah, anak sedang sakit maka tidak ikut. Setelah sehat anak lalu di imunisasi di posyandu atau puskesmas,” ungkapnya.
Untuk teknks di lapangan sendiri, lanjut Niniek, pihaknya langsung memberi laporan ke Kepala Dinkes Kota Cilegon. Siswa atau anak yang belum diberi imunisasi MR pada Bulan Agustus di ranking, kemudian di sekolah-sekolah yang belum juga didata.
“Kalau sekolah tidak ada yang menolak. Orangtua ada itu pasti yang anto vaksin? tapi jumlahnya tidak banyak tidak dua atau tiga orangtua. Solusinya kami dari Dinkes, camat dan lurah datang langsung kerumahnya memberikan penjelasan. Lalu mereka bisa menerimanya,” terangnya.
Sebagai bentuk penghargaan pada pihak yang membantu pelaksanaan Imunisasi MR ini. Dinkes Kota Cilegon memberikan penghargaan berupa sertifikat, SKP untuk tenaga profesi sebagai pengabdian ke masyarakat.
Sementara itu, Ketua IDI Kota Cilegon, Lendy Delyanto mengatakan Dinkes melibatkan berbagai tenaga profesi kesehatan. Masing-masing diminta berpartisipasi karena tenaga medis atau dokter terbatas di cilegon.
“IDI menurunkan 7-10 dokter umum ke sekolah-sekolah untuk membantu Imunisasi MR,” tukasnya.
Terpisah, Bidan dari Posyandu Dua, Lina Agustina menerangkan sasaran target sebesar 129 anak. Namun ada penambahan 21 anak yang tidak ikut imunisasi, jadi jumlahnya 150 anak yang imunisasi MR.
“Antusias warga untuk ikut sangat positif, dan tercapai target yang ditentukan,” tandasnya.
Kader Posyandu Dua, Dewi Agustina menambahkan para kader sebelum dimulainya kegiatan imunisasi MR telah mendapatkan edukask dari Puskesmas. Setelah itu kader memberikan informasi ke warga, kebanyakan warga sendiri sudah tahu dari sosial media.
“Dampak pada anak hingga pada wanita hamil juga diberikan edukasinya kepada kami. Syukur warga mengerti dan mau menerima vaksin ini,” tutupnya.(mia)