Mati Itu Pasti, Tua itu Diberi: IMSF-JIMU 2017

Posted on 173 views
DepokNews — Sabtu dan Minggu (4-5/11) lalu, Auditorium Gedung Rumpun Ilmu Kesehatan UI menjadi saksi acara syiar Islam terbesar yang diselenggarakan oleh Forum Studi Islam FKUI: Islamic Medical Science Festival-Jakarta Islamic Medical Update (IMSF-JIMU) 2017. Acara ini tidak hanya membahas ilmu kedokteran yang dilihat dengan pandangan ilmiah, melainkan juga dari pandangan Islam. Tema yang diangkat adalah “Mengoptimalkan Kesehatan Fisik dan Spiritual dalam Menyongsong Masa Tua yang Bahagia.” Acara ini merupakan kerja sama dengan Forum Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran (FULDFK) Indonesia serta Perhimpunan Profesi Kesehatan Muslim Indonesia (PROKAMI).
Puluhan mahasiswa muslim dari fakultas kedokteran seluruh Indonesia datang pada hari Sabtu pagi untuk memperebutkan gelar juara. Cabang-cabang yang diperlombakan adalah qur’an & literature review, poster publik, video edukasi, dan pidato. Melalui lomba-lomba ini, peserta didorong untuk menggali dan menjelajahi bidang ilmu kesehatan lanjut usia/geriatri serta hubungannya dengan Islam.
Kompetisi ilmiah IMSF-JIMU 2017 ini diadakan untuk mengagungkan Allah dan kebenaran agama-Nya. “Islam agama yang benar dan kebenarannya dapat dibuktikan secara ilmiah, termasuk secara medis. IMSF-JIMU 2017 mewadahi mahasiswa kesehatan muslim di Indonesia untuk membuktikan kebenaran (Islam) melalui pengkajian (ilmu) dengan pengemasan kreatif mereka,” ujar Azkia Rahmah, Ketua Pelaksana IMSF-JIMU 2017.
Setelah ajang kompetisi ilmiah selesai, siangnya diadakan workshop mengenai asuhan dasar untuk lansia yang terbuka untuk umum. Workshop ini diadakan dengan harapan agar peserta tidak hanya mengetahui ilmu kesehatan lanjut usia, namun juga dapat menerapkannya.
Rangkaian acara berlanjut ke hari Minggu, yaitu seminar dan talkshow. Topik yang dibahas tentu saja menyesuaikan dengan tema: mulai dari berbakti kepada kedua orang tua, gangguan kejiwaan pada lansia, hingga kerentaan dan cara mencegahnya. Setelah pengumuman pemenang, acara pun ditutup dengan talkshow mengenai sakaratul maut.
Harapannya, pelaksanaan IMSF-JIMU 2017 dapat memberikan manfaat untuk peserta dan nantinya dapat diamalkan peserta kepada orang-orang di sekitarnya. Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan salah satu pembicara seminar, Prof. Dr. dr. Siti Setiati, SpPD-KGer, M.Epid, FINASIM,
“Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan banyak manfaatnya.”