Depok News – Lembaga Pendidikan Al-qur’an Markas Tahfidz Balita dan Anak (MATABA) Daarul Huffaz Bojongsari Depok menggelar wisuda perdana di Hall STEI SEBI Bojongsari, Ahad 26 Januari 2019. Wisuda perdana itu untuk anak-anak santri hafidz qur’an angkatan perdana yang telah lolos tes level 1 atau hafal juz 30.

Menurut penanggung jawab Mataba Asma Banafsyah ada 9 anak santri yang mengikuti wisuda. Semuanya telah lolos tes oleh penguji. Mereka menghafal juz 30 selama kurang lebih 4 bulan dengan usia balita dan anak-anak, mulai dari usia 3 tahun sampai 10 tahun.

“Alhamdulillah ada 9 anak santri yang kami wisuda kali ini. Dan mereka Ini dites oleh penguji semua surat di juz 30, bukan hanya sambung ayat. Kami ingin anak-anak terus berinteraksi dengan Al-qur’an,” ujarnya.

Sebelum proses wisuda, 9 anak santri terlebih dahulu memperdengarkan bacaan hafalanya juz 30 dari surat Annaba sampai Annas di hadapan para hadirin. Setelah selesai tasmi 1 juz Al Qur’an itu kemudian masing-masing santri dipanggil kedepan untuk diwisuda di panggung.

Masing-masing santri diberikan sertifikat tanda lolos level 1 dan kemudian mereka memberikan mahkota kepada ibunya sebagai simbol atau motivasi anak yang akan memberikan surga kepada orangtuanya di akhirat kelak.

Asma Banafsyah selaku penanggung jawab lembaga Mataba berharap anak-anak didiknya tidak berhenti di level 1 atau level 2 atau sebatas beberapa level saja, tapi ia berharap mudah-mudahan kedepan bisa selesai sampai level 7 yaitu selesai 30 juz Al-qur’an.

“harapan kami semoga bisa menjadi penyemangat bagi yang lain, bahwasannya kita di usia dini ini, di usia kecil ini tidak mustahil kita menyelesaikan alquran,” jelas Asma.

Ia menambahkan, di Mataba selain menghafal Al-qur’an anak-anak juga belajar apa saja isi dari Al-qur’an dengan akhlak-akhlak Islami. Anak akan hafal Al-qur’an disertai dengan apa yang harus dikerjakan dan apa yang harus ditinggalkan sesuai dengan Al qur’an.

“kedepan Jika Allah mengizinkan kami ingin membuka selain di Bojongsari ingin buka juga di daerah lain, di tempat lain, Jika Allah mengizinkan, dan mohon doanya semoga Allah meridhoi niat kami ini yang tidak lain tujuan kami hanya satu lillah,” ujarnya.

Hendra Aditya salah satu orang tua santri yang anaknya ikut di wisuda mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada pengurus dan guru-guru di Mataba yang dengan penuh kesabaran dan perjuangan mendidik anak-anak untuk menghafal Al-qur’an.

“Barakallah kepada 9 ananda yang diwisuda, penuh perjuangan, mudah-mudahan kita semua para ayah dan bunda diberikan ke istiqomahkan untuk menanamkan Al-qur’an ke anak-anak,” ujarnya.

Selain itu Nano orang tua santri yang ikut diwisuda menceritakan anaknya ketika awal masuk Mataba dimulai dari nol tampa bekal hafalan sebelumnya.

“Sebelumnya tidak berkembang, setelah masuk mataba perkembangan sangat  cepat,” ujarnya.

Ia berharap bisa dipertahankan, dan Mataba bisa terus memberikan dan mefasilitasi siswa bisa lebih baik lagi, agar anak-anak bisa hafal Al-qur’an 30 juz.

“Alhamdulillah biidznillah wa qadarullah Ayyasy dan teman teman bisa wisuda juz 30, semoga semakin semangat di level selanjutnya, kami orangtuanya pun semakin sabar dan smangat membersamai setiap proses belajarnya. Jazaakumullah ustdzah mataba,” tambah Niswatul Mahmudah yang juga salah satu orang tua santri.

Untuk diketahui, Lembaga Tahfidz Al qur’an MATABA ini adalah lembaga tahfidz yang menggunakan metode tabarak untuk anak dan balita.  Metode Tabarak sendiri ditemukan oleh Syaik Dr. Kameel El-Laboody dari Mesir yang telah berhasil menghantarkan ketiga anaknya menghafalkan Al Qur’an 30 Juz sebelum usia 5 tahun.

Program Tabarak disusun berdasarkan pengalaman pribadi Dr. Kamil el-laboody dibantu istrinya, Dr. Rasya, terhadap anaknya Tabarak dan Yazid Tamamuddin yang berhasil hafal Al Qur’an 30 Juz pada usia 4,5 tahun, sedangkan Zeenah hafal dalam usia kurang dari 5 tahun. Hafalan anak-anak Dr.El-Laboody yaitu Tabarak, Yazzid, dan Zaenah telah diuji oleh lembaga Al-Jami’yyah al-Syar’iyyah li Tahfidz Al-Qur’an di Jeddah dan mendapatkan nilai Mumtaz.