Jalan Gas Alam yang rusak

DepokNews– Masyarakat Kota Depok yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Depok (IPD) mendorong kepada Pemerintah Kota Depok untuk segera turun tangan memperbaiki kondisi Jalan Gas Alam yang menghubungkan Kecamatan Cimanggis dengan Kecamatan Tapos. Sejauh ini sudah banyak sekali keluhan terkait rusaknya jalan tersebut, tidak saja menganggu arus lalu lintas tapi juga kerap menimbulkan kecelakaan ringan bagi pengendara motor akibat jalan berlubang yang cukup dalam.

Koordinator IPD Hendra Sunandar menyarankan agar Pemkot lebih bisa mendengar aspirasi masyarakat terkait fasilitas jalan ini, terlebih belanja daerah Kota Depok dalam APBN 2018 diatas 2 triliun.

“Mestinya perbaikan sejumlah titik Jalan Gas Alam bisa segera dilakukan karena APBD Kota Depok meningkat perlahan di tiap tahunnya. Tahun 2018 saja ada peningkatan PAD, mestinya peningkatan anggaran ini bisa dibarengi dengan peningkatan fasilitas bagi masyarakatnya,” ujar Hendra saat dihubungi depoknews.com pada Kamis, (28/06/2018).

Hendra menyebut bahwa Jalan Gas Alam ini adalah jalur utama bagi masyarakat yang tinggal di Kelurahan Harjamukti dan Kelurahan Sukatani menuju pusat Kota Depok, sehingga mobil dan motor cukup banyak yang melintas. Diketahui juga, selain banyaknya kendaraan yang melintas, tidak adanya saluran air menjadi penyebab Jalan Gas Alam selalu mengalami rusak parah terutama saat hujan deras turun.

“Intensitas penggunaan Jalan Gas Alam cukup tinggi. Sebagian jalan juga konstruksinya masih aspal serta kanan kiri jalan belum ada drainase. Membuat saat hujan air selalu menggenangi ruas jalan sehingga membuat jalan rusak,” jelas Hendra.

Pemkot Depok, lanjut Hendra juga disarankan melakukan peninjauan secara lebih detail, terutama menyangkut drainase dan rendahnya permukaan jalan. Penyelesaian secara menyeluruh diharapkan agar persoalan serupa tidak terulang lagi di waktu yang akan datang.

Sebagai informasi, rusaknya jalan Gas Alam sudah berlangsung hampir satu tahun dan kian bertambah rusak. Kedalaman lubang sekitar lima belas sentimeter dan lebar lubang yang hampir mencapai dua meter membuat pengendara harus berhati-hati ketika melintas. Berserakannya pasir dan kerikil di sekitar area lubang juga membahayakan pengendara ketika mengerem kendaraannya. Dikabarkan saat ini sudah banyak sekali pengendara sepeda motor yang terjatuh akibat jalur berlubang tersebut.