Depok – Anggota Komisi VIII DPR RI Hj. Nur Azizah Tamhid, B.A., M.A. dalam rangkaian agenda Kunjungan Kerja Setahun Sekali Anggota DPR RI pada Sabtu (8/5) di Jl. Pelangi 3 Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis, Depok, ia menyebutkan bahwa masalah sampah di Depok masih menjadi Pekerjaan Rumah yang harus segera dituntaskan. “Saat ini Depok masih memiliki problem dalam pengelolaan sampah, masih banyak sampah berserakan bukan pada tempatnya. Hal ini harus menjadi perhatian khusus untuk segera dientaskan!”, terang Nur Azizah.

Dalam Kegiatan yang turut dihadiri oleh Wakil Walikota Depok, Ir. H. Imam Budi Hartono, Nur Azizah menyampaikan harapannya agar Depok menjadi lebih baik lagi khususnya dalam hal pengelolaan sampah. Menurutnya, Depok yang saat ini sudah menyandang titel kota Religius harus didukung pula dengan pengelolaan sampah yang baik. Terlebih Depok merupakan Kota yang menjadi Center di Indonesia dan Dunia saat ini.

“Depok kita tau ada Universitas Indonesia, salah satu Universitas terbaik yang mahasiswanya datang dari berbagai penjuru Indonesia. Kemudian tahun ini bahkan Depok akan lebih dikenal lagi di kancah internasional karena Depok memiliki kampus UIII, yang mahasiswanya berasal dari mancanegara dan insya Alloh akan memulai pembelajarannya di bulan September 2021. Tentu dengan begitu Depok harus terus membenahi diri”, papar Nur Azizah.

Sementara itu Ketua MUI Cimanggis, K.H. Hasan Bisri yang turut hadir dalam acara menyebutkan, terkait masalah sampah, umumnya masalah sampah yang terlihat berserakan itu karena minimnya tempat penampungan “Contoh di jalan taman Duta, di samping kali kalau tiap pagi banyak sampah yang dibuang masyarakat di sekitar situ. Saya lihat memang di lingkungan itu tidak ada penampungan sampah. Sementara di beberapa tempat memang sudah ada penampungan yang bekerjasama dengan dinas kebersihan dan alhamdulillah bersih dan tertib. Mungkin kedepannya bisa disediakan Tempat Penampungan Sampah oleh Pemkot lebih merata”, ungkap Hasan.

Menanggapi hal tersebut, Imam Budi berkomitmen bahwa Pemkot Depok akan konsern untuk membenahi masalah sampah ini. “Terkait masalah sampah Insya Allah kami akan mengerjakan penanganan sampah itu dari hulu sampai ke hilir. Hulunya akan ditangani oleh komunitas Bank Sampah. Di hilirnya kita akan mencoba lakukan lelang pada bulan juni atau juli ini, Insya Allah akan kita lelang sampah di TPA Cipayung, supaya sampah yang ada di TPA Cipayung berkurang dan terus berkurang sampai dia kosong dan dapat dijadikan tempat pariwisata”, ungkap Imam Budi.

Imam menambahkan bahwa dalam pengolahan sampah ini akan dilakukan metode khusus dan di olah menjadi bahan bakar, “sampah ini akan kita press dan dijadikan RDF semacam pengganti bahan bakar batu bara dan akan dijual ke pabrik semen atau pabrik-pabrik yang membutuhkan bahan bakar pengganti batubara. Insya Allah kita doakan agar ini bisa berjalan dengan lancar sehingga sampah yang ada di Cipayung bisa terselesaikan dalam dua atau tiga tahun kedepan”, imbuhnya.

Nur Azizah berharap di era kepemimpinan Depok yang baru dikukuhkan ini, masalah sampah dapat menjadi konsern untuk segera dituntaskan. “Insya Allah di era kepemimpinan Depok saat ini masalah sampah serta pengelolaannya bisa perlahan-lahan dijalankan sebagaimana rencana yang sudah dipaparkan oleh pak Wakil Walikota, dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Tentu kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik ini harus dipahami betul oleh seluruh lapisan masyarakat di Kota Depok. Sosialisasi yang intensif perlu secara terus menerus dilakukan, salah satunya melalui pemilahan sampah sejak dari rumah, mengolah sampah organik basah menjadi kompos atau beternak magot, menghidupkan dan mengembangkan Bank Sampah yang saat ini sudah banyak berdiri di Depok, selanjutnya Pemkot Depok harus menangani sampah B3 dan residue dengan benar”, pungkas Nur Azizah.