DepokNews–Saat ini sering kita melihat dijalanan orang dicat tubuhnya dengan berwarna perak dan membawa kardus atau kaleng dengan kata lain disebut “Manusia Silver”. Menjadi suatu hal menarik dan memprihatinkan terutama yang melakukan anak-anak kecil, yang seharusnya mereka bermain atau belajar tapi dipaksa untuk mencari uang dengan cara seperti itu.

Wahyudin Sekretaris Jaringan Pengawas Kebijakan Publik (J.P.K.P) Kota Depok menyoroti hal ini. Saya melihat ini dengan mata kepala saya sendiri hampir dibeberapa wilayah bahkan di jalan Raya Margonda kota Depok banyak bermunculan fenomena ini. Sungguh sangat prihatin Depok yang dikenal sebagai Kota Layak Anak dan hampir di wilayah lingkungan Rw terbentuk Rw Ramah Anak tidak bisa mengantisipasi supaya tidak menjamurnya Manusia Silver ini dan berkeliaran di jalan- jalan.

Saya berdialog langsung dengan salah satu Manusia Silver, bagi mereka mengecat tubuh dengan warna silver adalah hal yang biasa, dikarenakan nantinya masih bisa di bersihkan, dibilas atau dihilangkan dengan sabun saat mandi. Mereka mendapatkan uang minim 100rb sampai 200rb maksimal 6 jam. Dengan bermodal bubuk cat berwarna silver dari harga minim 12ribu.
Tapi mengapa di usia mereka yang masih dibawah umur, mereka lebih memilih mencari uang di jalan ketimbang menghabiskan waktu untuk bermain dan belajar. Walaupun kita tahu kondisi saat pandemic ini banyak masyarakat kesulitan ekonomi, tapi tidak juga mengekploitasi anak yang masih dibawah umur untuk dipekerjakan. Dunia mereka belum waktunya mencari uang, masih banyak hal-hal positif yang bisa dilakukan dan dikerjakan. papar wahyu.

Saya berharap pemerintahan kota Depok bisa “menertibkan” mereka, dalam artian mengedukasi, membina dan membimbing mereka bukannya menangkap. Harapannya Agar mereka punya kehidupan yang lebih baik dan lebih layak seperti halnya icon Kota ini Kota Layak Anak dan bisa sejajar serta mendapat perhatian khusus agar mereka sama dengan anak-anak pada umumnya. tutup wahyu