Manfaat Pasar Tani Depok Sangat Dirasakan

Posted on

Depoknews — Dukungan pemerintah mewujudkan Depok Sahabat Petani ditunjukkan melalui Kegiatan Pasar Tani yang diadakan pada 10 Februari 2017. Salah satu petani asal Depok yang merasakan manfaatnya adalah Samlawi dari Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan (P4S) Tunas Mandiri, Kampung Prigi, Sawangan, seperti dilansir depok.go.id
“Saya menjual hasil pertanian dan olahan. Kegiatan tersebut manfaatnya sangat banyak, sebab dapat meningkatkan penghasilan para petani dan juga para ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) atau ibu-ibu yang mengolah hasil pertaniannya,”kata Samlawi kepada depok.go.id, Sabtu, (11/02/2017).
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa petani di Depok mengolah tanaman Hortikultura dan sayuran serta mengelola pupuk untuk bahan pertanian. Untuk itu, adanya Pasar Tani, dapat membantu kesejahteraan para petani di kota yang memiliki tagline Friendly City.

“Alhamdulillah, penghasilan petani menjadi menambah, kemudian menjadi tahu pengalaman petani dari hulu ke hilir, bisa mengerti bagaimana petani tidak hanya bisa bercocok tanam saja, tetapi harus tahu juga bagaimana cara pemasarannya,”ungkapnya.

Selain itu, Pemilik Usaha Pertanian dan Minuman Lidah Buaya, Tantri Guntari juga merasakan manfaat dengan adanya kegiatan Pasar Tani.

“Pasar Tani sangat membatu untuk penjualan hasil pertanian. Selain juga dapat memperkenalkan produk kami kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN), karena diadakannya di Balaikota Depok. Warga pun menjadi tahu, hasil olahan pertanian masih banyak di Depok,”paparnya.

Tantri mengungkapkan, mulai membuka usaha produk minuman lidah buaya sejak 2009. Dia pun memiliki perkebunan jeruk dan toga yang berada di Cilodong, Depok.
“Saya juga mengolah lidah buaya menjadi minuman, kerupuk, teh, bolu. Produk unggulan saya adalah minuman lidah buaya,”ungkapnya.

Tantri pun berharap, Pemkot Depok dapat mengadakan kegiatan Pasar Tani setiap minggunya. Karena, dapat memaksimalkan seluruh potensi pertanian yang ada di 11 kecamatan.

“Dengan begitu petani dan pengolah yang di plosok bisa ikut bergabung, mudah-mudahan tidak hanya dari Dinas Pertanian tetapi dari Dinas Koperasi Usaha Mikro bisa menampilkan kegiatan yang sama,”tutupnya.