Oleh : Riri Wulandari Mahasiswi STEI SEBI

Tak terasa hampir satu tahun pandemi ini melanda Indonesia, terhitung sejak akhir maret hingga saat ini kita masih hidup berdampingan dengan virus covid 19. Virus ini  telah merubah banyak hal bukan hanya di indoneisa tetapi juga dunia. Sungguh hal yang tak terduga dunia bisa collaps hanya dengan sesuatu yang tak dapat dilihat oleh mata telanjang tetapi memiliki dampak yang sangat besar atas perubahan dunia saat ini. Dari sektor ekonomi hampir seluruh negara mengalami ekonomi yang sangat sulit, di indonesia sendiri khususnya banyak sekali para pionir penggerak ekonomi negara tumbang, banyak perusahaan-perusahan besar yang mau  tak mau  harus  masal karyawannya karena tidak dapat membayar gaji mereka. Daya beli masyarakat menjadi hancur karena tak ada uang dan kalaupun ada mereka hanya membeli kebutuhan pokok saja. Maka perusahaan-perusahaan yang memproduksi barang non barang pokok mengalami hambatan di pasar karena tidak adanya daya beli masyarakat.

Bagi sebagian besar pengusaha pandemi ini juga merupakan sosok yang cukup mengganggu dan risiko bangkrut pun menjadi terasa amat dekat. Namun  banyak hal yang harus mereka lakukan agar tetap survive ditengah pandemi ini, terutama bagaimana cara mereka dalam hal manajemen risiko dan strategi. Manajemen risiko untuk meminimalisir kerugian, karena pada hakikatnya risiko tidak akan dapat dihilangkan dan manajemen strategic untuk dapat survive dan bersaing.

 Managemen Risiko bisnis khususnya bagi UMKM dapat dilakukan dengan berbagai cara, khususnya saat pandemi seperti ini yang harus berfikir ekstra agar usaha yang kita jalani tetap terus bertahan. Hal yang paling tepat dilakukan adalah untuk bagaimana cara mengelola keuangan dengan baik, artinya kita dapat memahami bagaimana kondisi internal dalam usaha kita agar tidak salah mengambil keputusan. Membaca keuangan dalam bisnis kita sendiri ini dapat berupa  seperti pencatatan arus kas, neraca, laporan laba rugi yang detil, maka UMKM dapat membaca laopran itu  semua sebagai bahan pertimbangan langkah apa yang harus diambil untuk mengurangi dan meminimalisir risiko.

Pencatatan arus kas biasaya jarang sekali dilakukan oleh UMKM karena masih berfikir untuk mencatatnya cukup rumit dan butuh keahlian khusus dan belum tentu mereka dapat melakukannya. Tetapi hal-hal seperti itu amat penting dilakukan dalam mengelola usaha agar dapat bertahan, bahwa jangan sampai antara cash out itu lebih besar dari cash in. Mungkin tak sedikit para pelaku UMKM yang mengalami masalah pada cashflow mereka ketika di masa seperti ini, banyak juga yang beranggapan bahwa bisnis yang mereka lakukan akan jalan jika mereka mendapatkan suntikan dana dikala pandemi ini. Tetapi jika berbicara bagaimana caranya suatu bisnis akan bertahan sebenernya tika melulu masalah modal. Karena banyak kasus juga ketika mereka mendapatkan modal tetapi usahanya tidak berkembang. Memang kita ketahui bahwa modal adalah hal yang penting dalam menjalankan bisnis, itu sebabnya pemerintah sampai membuat program bantuan UMKM yang dibagikan free kepada para pelaku usaha. Namun modal bukanlah satu-satunya dalam suatu bisnis, modal memang akan begitu penting jika sistem bisnis yang ada sudah bagus. Para pelaku usaha juga membutuhkan bimbingan dalam menjalankan usaha mereka, terutama mengelola keuangan dan pemasaran.