Makna Isro’ Mi’roj Rasululloh SAW

Posted on 5 views

Oleh : Nur Mahmudi Ismail (Walikota Depok periode 2006 – 2016)

Hari ini merupakan hari libur nasional peringatan Isro’ Mi’roj Rasululloh SAW. Apa makna Isro’ Mi’roj?.

Jika membaca Surat Al-Isro, tentang berita di “Isro’ Mir’roj” kan nya Rasululloh SAW, bisa kita ambil beberapa pelajaran, pertama, dari perspektif sejarah, Isro’ Mi’roj merupakan sebuah APRESIASI Alloh kepada Rasululloh SAW yang sabar dan istiqomah dalam dakwah dan mengemban risalah meski menghadapi berbagai cobaan, antara lain hilangnya anggota keluarga seperti istri dan pamannya serta caci maki, hinaan dan penganiayaan lemparan batu masyarakat Tha’if sekaligus PENYEMPURNAAN kualitas keimanan Rasululloh SAW.

Bahkan, saat Rasululloh bermunajat kepada Alloh setelah pulang dilempari batu warga Tha’if, malaikat menawarkan diri sebagai “Relawan Eksekutor” untuk menghancurkan warga Tha’if, jika Rasululloh mau berdoa menghancurkan warga Tha’if yang baru saja menghina, mencaci maki dan menganiaya Radululloh SAW, namun, Rasululloh SAW menunjukkan kelasnya dalam menjalankan misinya sebagai “Rahmatan Lil ‘Alamin”, beliau malah mengokohkan doanya agar warga Tha’if diberi pentunjuk dan Hidayah, karena boleh jadi mereka saat itu belum paham Esensi Risalah Islam

Kedua, juga merupakan ujian para Sahabat dan Umat Islam generasi selanjutnya, untuk menyempurnakan kualitas keimanannya kepada Alloh SWT. Beriman kepada Alloh, bukan hanya memahami dan meyakini ilmu dan jalan hidup yang bisa dipahami dan diterima logika yang mampu mereka terima.

Alloh mengingatkan, bahwa esensi kehidupan ini juga banyak hal-hal  yang berjalan diatas kemampuan logika yang dapat mereka terima saat itu, seperti api yang jinakkan Alloh untuk tidak panas saat dinyalakan untuk membakar Nabi Ibrahim dan Siti Maryam yang diizinkan Alloh tanpa berhubungan dengan seorang suami bisa hamil dan melahirkan Nabi Isa al Masih, A.S.

Isro Mi’roj, adalah peristiwa perjalanan Rasululloh SAW hanya dalam satu malam yang menjelajahi Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, dilanjutkan dari Masjidil Aqsha ke Sidratul Muntaha, yang jaraknya belum bisa kita ukur hingga sekarang, setelah itu balik lagi ke Masjidil Aqsha terus kembali ke Masjidil Haram

Selesai di “Isro’ Mi’roj” kan oleh Alloh SWT, Rasululloh SAW menceritakan kpd para Sahabat termasuk didengar oleh warga Quraish, kelompok oposan.

Jangankan kelompok oposan, dengan aneka ejekan dan cibiran serta tuduhan sebagai berita bohong, sebagian sahabat pun sempat ragu dan galau atas kebenaran dan rasionalitas Peristiwa Isro’ Mi’roj tersebut.

Namun sikap dan penjelasan sahabat Abu Bakr asshidiq kepada para sabat yang ingin mengetahui pendapat Abu Bakar atas peristiwa Isro’ Mi’roj berhasil menjadi pelerai potensi “disputes” yang sempat menggoyah keimanan mereka.

Ini sekelumit cerita yang harus kita waspadai dan kita ambil pelajaran, bahwa ada sederetan permasalahan GHAIB dan IRRASIONAL atau WUJUDnya belum bisa kita buktikan secara EMPIRIK yang harus kita yakini kebenarannya, dalam rangka menyempurnakan keimanan kita, tulus dan ikhlash menjalankan ibadah serta kokoh, tenang dan istiqomah dalam mengembangkan dakwah dan risalahNya, sebagian contohnya adalah: Nabi Isa masih hidup dan akan dirunkan lagi, datangnya Misihid Dajjal,  datangnya Hari Qiyamat, Adanya Para Malaikat, Disiapkannya Surga dan Neraka.

Ketiga: kita perlu bersyukur kepada Alloh dan berterima kasih kepada Rasululloh SAW, bahwah Syariah Shalat 5 kali setiap hari, kaum muslimin menjadi Hamba Alloh yg istimewa dan terhormat, diberi kesempatan menghadap Sang Khaliq langsung untuk dpt berkomunikasi, berdialog, mengadu dan berdoa minimal 5 kali sehari.

Semoga kita menjadi Hamba Alloh yang dapat memanfaatkan keistimewaan ini dengan tulus ikhlash sehingga mendapat Rahmat dan MaghfirohNya serta Husnul Khootimah diakhir hayat kita, sehingga kita diizinkan Alloh menghuni surga bersama Rasululloh SAW, Para Sahabat, Tabiin, Tabiit Taabiin, Para Suhada dan Shalihiin… Amien!!!