DepokNews – Bakal Calon Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono memaparkan bahwa memajukan UMKM di Kota Depok perlu dilakukan secara bertahap dan dibuatkan analisis khusus tentang UMKM di Depok.

“Kalau saya punya konsep ibarat benang kusut jadi harus step by step jika mau memanusiakan pelaku UMKM. Sekarang harus melakukan apa dan berbuat apa sehingga kedepan lebih baik,” ujarnya usai acara diskusi membedah gagasan Bakal Calon Wali Kota Depok dari PKS Periode 2021-2026. Sabtu (12/10 /2019).

Menurutnya step yang pertama yang harus dilakukan yaitu mendata UMKM dan tersebar dimana saja. “Dan definisi umkm itu apa. Apakah orang yang jual di jalan disebut UMKM?, Apakah warung – warung setiap pojok disebut UMKM ? . nah itu harus benar – benar didata, baru kita tentukan mau berbuat apa dari data itu dan dibuatkan analisis wort nya,” ungkapnya.

Step ke dua harus ada evaluasi terhadap ijin minimarket (Indomaret /Alfamart) . Sebab keberadaannya sangat mengganggu pelaku UMKM. “saya berharap ke depan pemerintah Depok harus evaluasi keberadaan Minimarket. Karena keberadaannya mengganggu UMKM,” ungkapnya.

Menurutnya Pemerintah Kota berhak mengevaluasi ijin Mimarket (Indomaret /Alfamart) jika dinilai menghambat atau mengganggu.

” Jika itu mengganggu, Pemerintah Kota berhak melarang penumpukan Indomaret atau Alfamart. Bahkan kalau harus, selesaikan ijin nya bila sudah selesai. Jika itu dilakukan bisa memberikan kemudahan buat UMKM, “terangnya.

Selain itu ijin UMKM harus dimudahkan sehingga ketika ada bantuan modal para UMKM bisa dapat.”
Yang ketiga masalah ijin harus dimudahkan dan diajari oleh pemerintah. Sehingga ada bantuan modal dari manapun bisa dapat, jadi nggak sembarang, “ujarnya.

Selain itu pelaku UMKM perlu mendapatkan bantuan pemodalan serta peningkatan kapasitas SDM.” Jadi step itu juga harus dibuat sehingga mereka bisa lebih berdaya lagi, ” pungkasnya.