Andreas Hadiyono menjawab berbagai pertanyaan dari tim penguji

DepokNews — Andreas Hadiyono mahasiwa sekaligus dosen Universitas Gunadarma berhasil meraih prestasi gemilang. Pria yang lahir di Bogor, 8 Februari 1988 ini berhasil meraih gelar Doktor Teknologi Informasi dengan predikat Cum Laude pada sidang terbuka promosi doktor di Kampus D Universitas Gunadarma, Rabu (24/1/2018).

Doktor Andreas Hadiyono dan keluarga bersiap-siap menerima ucapan selamat

Sidang terbuka yang diwarnai rasa duka cita mendalam karena wafatnya Profesor Doktor Djati yang juga menjadi Promotor Andreas Hadiyono berlangsung hidmat, lancar dan singkat.

Dalam menempuh pendidikan program doktor tersebut, Andreas Hadiyono melakukan penelitian terkait media online dengan desertasi yang berjudul “METODE ASESMEN SENTIMEN DAN KLASIFIKASI TOPIK UNTUK ANALISIS MEDIA ONLINE BERBASISKAN NLP DAN DBN”

Menurut Andreas Hadiyono dilakukannya penelitian terkait media online tersebut karena saat ini terjadi peningkatan pemanfaatan media online yang sangat tinggi.
“Konten online makin diminati masyarakat, dan dapat dianalisis melalui pemanfaatan Natural Language Processing (NLP) dan Deep Leaning,” katanya seperti dalam buku desertasinya.

Analisis media online bertujuan untuk mengukur persepsi publik. Hal ini dapat diterapkan pada bidang Pariwisata yang merupakan bidang prioritas Pemerintah Indonesia, karena bidang Pariwisata sangat sensitif terhadap pemebritaan publik.

Andreas Hadiyono selain sebagai dosen dan mahasiswa di Universitas Gunadarma juga bekerja sebagai konsultan teknis pada berbagai bidang dan lembaga. Dari tahun 2010 hingga saat ini, ia juga sebagai konsultan teknis portal Kementrian Pemuda dan Olahraga. Ia juga pernah menjadi konsultan teknis portal Wakil Presiden Republik Indonesia dan bahkan pernah menjadi konsultan teknis portal Presiden SBY.

Andreas Hadiyono merupakan Doktor Teknologi Informasi lulusan yang ke 124 dari Universitas Gunadarma.

Berita terkait:

Rasa Duka Warnai Sidang Terbuka Promosi Doktor di Universitas Gunadarma