DepokNews–Sebut saja namanya Kurni, remaja putri down syndrome yang harus tinggal dengan bibinya karena orang  tuanya tidak mengasuhnya. Bibinya yang seorang janda dan berprofesi sebagai tukang pijat tidak memiliki pemahaman bagaimana mengasuh anak down syndrome. Secara kemampuan keuangan pun tak mendukung sang bibi untuk membawa keponakannya tersebut belajar mendapatkan terapi atau pembelajaran khusus.

Kemudian sampailah berita kondisi Kurni ke  Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga  (LK3) Sekar Kota Depok. Kisah ini hanya satu dari cerita Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang tidak memperoleh pengasuhan yang layak. Pada kenyataannya banyak ABK Kurni tumbuh dan kembang di tengah keluarga tidak mampu baik secara keuangan dan pemahaman dalam mengasuh dan mendidik ABK.

Karena itu Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Sahabat Erat Keluarga (Sekar) Dinas Sosial kota Depok melihat perlu adanya pendampingan kepada keluarga yang memiliki Anak Berkebutuhan Khusus terutama keluarga pra sejahtera. Maka sebagai upaya melakukan langkah awal bagian dari solusi, pada Selasa dan Rabu, 11-12 Desember 2018, LK3 Sekar mengadakan pelatihan untuk calon tim relawan pendamping keluarga ABK.

Pada pelatihan ini, relawan diajarkan bagaimana mengindentifikasi ABK dan memahami manajemen perilaku ABK serta mampu mengobservasi dan membuat program. Sehingga relawan bisa memberikan pembelajaran kepada keluarga ABK bagaimana pengasuhan dan perawatan ABK hingga mereka bisa mandiri melakukannya.

Ketua LK3 Sekar Dinas Sosial kota Depok, Wulandari menyampaikan, bila ada keluarga pra sejahtera yang memiliki Anak Berkebutuhan Khusus, bisa berkoordinasi dengan LK3 Sekar untuk mendapatkan pendampingan mengenai pola asuh ABK. Dengan langkah ini diharapkan ABK dapat tumbuh kembang sesuai dengan haknya di kota Depok Ramah Keluarga.