DepokNews–Produksi sampah selama puasa dan Hari Raya Lebaran dari tahun ke tahun memang selalu meningkat dibanding hari biasa.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) Cipayung, Ardan Kurniawan kepada wartawan mengatakan kenaikan volume sampah selama puasa bahkan mencapai 200 ton.

“Sekarang ini kami mencatat tiap hari sampah yang dibuang sebanyak 1.011 ton. Biasanya sampah yang dibuang di TPA sekitar 850-900 ton sampah perhari,” kataya.

Pihaknya sudah memprediksi sampah akan bertambah menjelang lebaran dan pasca lebaran.

Namun pihaknya mengaku tidak ada persiapan khusus selama Ramadan hanya melayani pengangkutan sampah dari warga Depok untuk dibuang ke TPA ini.

“Tetap kami terus menerima sampah dan menata sampah itu sebisa mungkin. Karena kondisi TPA Cipayung sudah overload atau sudah melebihi kapasitas,” tambahnya.

Saat ini kata dia ketinggian sampah sudah mencapai 23 meter dari permukaan tanah di tahun ini di tiga kolam yang ada di TPA Cipayung.

Melihat kondisi itu pihaknya terus upayakan semaksimal mungkin untuk menata di area yang memungkinkan untuk pembuangan sampah.

“Kalau ideal ketinggian TPA yah 20 meter, kita usahankan ratakan ke area yang memungkingkan untuk membuang sampah,” ucapnya.

Ardan berharap, warga Depok untuk bisa memilah sampah organik dan non organik, sehingga beban TPA Cipayung ringan.

Jadi, kata dia kalau warga Depok memilah sampah dan diolah di TPS dan bank sampah yang sudah disiapkan Pemerintah Kota Depok sampah yang dibuang ke TPA hanya sampah residu.

Memilih dan memilah sampah bisa berkurang sampah ke TPA Cipayung 200-300 ton.

Kepala Bidang Pelayanan Kebersihan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Iyay Gumilar, mengungkapkan, sejak malam takbiran hingga Lebaran hari kedua, produksi sampah di wilayahnya terus menurun.

Saat malam takbiran volume sampahnya 1.100 ton, Lebaran hari pertama 800 ton, dan hari kedua hingga siang 500 ton.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, sebagian warga Depok juga melakukan tradisi mudik untuk merayakan Lebaran di kampung halaman, sehingga produksi sampah di Depok turut berkurang.

Peningkatan produksi sampah, kata dia, justru terjadi saat Bulan Ramadan, di mana total sampah yang dikumpulkan rata-rata mencapai 1.500 ton per hari.

Volume sampah meningkat saat Ramadan antara lain terjadi di pusat perbelanjaan dan restoran, di mana masyarakat memesan makanan terlalu banyak, namun tidak sanggup menghabiskannya.