DepokNews-Ditengah keterbatasan ruang publik, ruang terbuka hijau (RTH), kreativitas, spiritualitas, Langgar Aksara Nusantara hadir di tengah masyarakat. Bangunan dari kayu yang artistik, berdiri megah di tengah-tengah hijau rimbunnya pepohonan dan menghadap ke Situ Pengasinan. Lokasi yang bersebelahan dengan Joglo Nusantara ini sudah santer di Media Sosial dan Penggiat Lingkungan.
“Langgar Aksara Nusantara merupakan ruang spiritual dan kreatif. Ruang spiritual yang terelementasi dalam wacana, ide, gagasan dalam gerak aksi yang konkret. Spiritualitas terbangun dari rumah baca dan sanggar sebagai ruang kreatif. Kita ingin memfungsikan kembali langgar sebagai ruang publik,”ujar pendiri Langgar Aksara Nusantara Heri Syaifuddin. Situ Pengasingan, Sawangan.

Heri menuturkan, ketika ada kecelakaan dalam konteks kebijakan pertanahan, tanah yang merupakan modal NKRI berubah menjadi komoditi yang berorientasi ke ekonomi. Ia menambahkan, masyarakat membutuhkan ruang hak ekologis dan penyediaan RTH. Menurutnya sebagai bagian dari keseimbangan lingkungan yang memungkinkan konsep kasih Rahmatan Lil Alamin terwujud. “Konsepsi Langgar sebagai bernuansa longgar, spiritualitas kita bangun, kesadaran horizontal harus muncul. Ruang guyub harus hadir di sudut Kota, Baik bersifat pribadi atau dari Pemerintah dan ini adalah amanah UU,”terang Koordinator Forum Komunitas Hijau ini.

Heri menegaskan, dari Langgar Aksara Nusantara ini bagian dari upaya mengembalikan ruang publik dan kebersamaan. Dikatakannya, bagian dari tradisi membaca ulang sejarah dengn adanya beberapa koleksi buku dan di depan ada instrumen ruang. “
Hati ini kita rebut kembali ruang terbuka, mendidik cikal Bangsa. Menekankan politik masa depan, berjuang untuk ruang tumbuh ideal, untuk masa depan,”tandasnya.

Dalam kegiatan tersebut nampak hadir Anggota DPR RI Bram, Praktisi lingkungan, Soni mantan Direktur Marketing Indosat yang sekarang aktif penggiat lingkungan, musisi kelas dunia Selamet Jenggot, Magenta, dll