DepokNews, Batam – Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKS, Hj. Nur Azizah Tamhid, B.A., M.A. Lakukan Kunjungan Kerja Reses Komisi VIII DPR RI ke Kota Batam Propinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Senin (14/12). Dalam pertemuan yang di gelar di Asrama Haji Batam Center ini, Nur Azizah ingatkan agar baik STAIN maupun IAIN saat ini harus fokus untuk dapat melahirkan Sarjana Agama yang Unggul.

Berdasarkan pemaparan Kadis Penanaman Modal dan Pelayan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Drs. Syamsuardi yg mewakili Gubernur diperoleh informasi bahwa Propinsi Kepri berdiri pada tahun 2002, sebagai Propinsi ke-32 di Indonesia. Terdiri dari 2.408 pulau, dengan 96% diantaranya terdiri dari wilayah laut. Jumlah penduduk Kepri sekitar 2,2 juta jiwa, dengan mayoritas penduduknya beragama Islam. Kondisi kepulauan seperti ini tentu menyebabkan tingginya biaya untuk mendukung berbagai aktivitas sosial, ekonomi dan kemasyarakatan.

Dalam agenda Kunker tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Kepri, H. Mahbub Daryanto, menjelaskan bahwa pada tahun 2020 Propinsi Kepri menerima anggaran sekitar 300-an Milyar Rupiah. Selain untuk pembiayaan rutin seperti BOS, gaji, tunjangan, dan biaya rutin lainnya, juga digunakan untuk Program belanja modal seperti Peningkatan Sarana Pendidikan, Kantor KUA, Kantor Pelayanan Haji dan Umroh Terpadu, Penyelesaian beberapa Gedung Madrasah dan MAN Insan Cendikia Batam.

Kunjungan Kerja dihadiri oleh anggota DPR RI dari berbagai Fraksi dan dipimpin oleh Marwan Dasopang dari Fraksi PKB. Pada kesempatan tersebut anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Hj. Nur Azizah Tamhid, BA, MA juga turut hadir didampingi tiga orang sekertariat Komisi VIII, satu orang Tenaga Ahli Komisi VIII, satu orang perwakilan Tv Parlemen. Bersama rombongan dari Jakarta, Direktur Mitigasi Bencana, BNPB untuk menyerahkan bbrp bantuan kepada Kanwil Kemenag Propinsi Kepri. Kunjungan diterima oleh Kepala Kanwil Kemenag Kepri yang didampingi oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kepri dan Walikota Batam yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum.

Selanjutnya Mahbub Daryanto melaporkan, hingga pertengahan Desember ini serapan anggaran telah mencapai sekitar 90-an%. Mahbub juga mengusulkan agar Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) di Pulau Bintan agar ditingkatkan statusnya menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) serta Persetujuan Permohonan berdirinya STAIN di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Menaggapi Usulan Mahbub, Pimpinan Rombongan Komisi VIII, H. Marwan Dasopang menyampaikan bahwa salah satu Indikator Kinerja Kemenag RI adalah serapan anggaran TA 2020 minimal mencapai 97%. Sementara untuk peningkatan status STAIN menjadi IAIN, Marwan juga mennyetujui. Namun, “Kita harus sama-sama memahami bahwa untuk memenuhi syarat administrasi dan kualifikasi SDM Perubahan dari STAIN menjadi IAIN bagi Kepri tidaklah mudah, mungkin Kemenag harus memberikan perlakuan khusus” jelas Marwan.

Menanggapi hal tersebut, Nur Azizah mengingatkan agar Kepala Kanwil Kemenag Kepri dan Direktur STAIN agar tidak bangga dengan perubahan status yang sekaligus merubah orientasi awal bahwa Pendidikan di bawah Kemenag harus berorientasi pada melahirkan sarjana agama yang dapat membimbing penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Jangan sampai Peningkatan status dari STAIN menjadi IAIN hanya menambah Jurusan ilmu kauniah, misalnya ilmu MIPA dan Kedokteran tanpa ruhiyah nilai agama, sementara Ilmu Qauliah nya malah tidak mendapatkan perhatian. Baik STAIN maupun IAIN harus dapat melahirkan Sarjana Agama yang unggul”, pungkas Nur Azizah.