DepokNews – Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKS, Hj. Nur Azizah Tamhid, B.A.,M.A. ajak semua unsur kader PKS untuk turun tangan sukseskan Depok agar segera mendapat predikat Kota Layak Anak. “Saat ini Depok telah menyandang status Nindya, yang artinya harus melewati dua peringkat lagi untuk mencapai Kota Layak Anak”. Hal tersebut disampaikan Nur Azizah dalam agenda Kunjungan Daerah Pemillihan (Kundapil) Masa Persidangan Ke-3 Tahun 2020-2021 Anggota DPR RI pada Ahad (7/2) di Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Depok.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok, drg. Nessi Annisa H, Kabid Pengembangan dan Tumbuh Kembang Anak, Yulia Oktavia, Ketua DPC PKS Cilodong, Suparjiyo, BPH DPC Cilodong, Perwakilan DPRa PKS, serta anggota SPKK dan UPKK se Kecamatan Cilodong.

“Saat ini terdapat 247 dari 514 kota dan kabupaten di Indonesia yang berproses menuju kabupaten dan kota layak anak berdasarkan peringkatnya, atau sebanyak 48% yang menempati predikat Pratama, Madya, Nindya dan Utama, dan Depok ada di predikat Nindya”, jelas Nur Azizah.

Menurut Nur Azizah predikat yang saat ini disandang Kota Depok harus dapat memicu seluruh lapisan masyarakat agar dalam waktu yang singkat segera naik ke peringkat Utama, selanjutnya ke peringkat tertinggi yakni Depok Kota Layak Anak. “Tentu hal ini juga merupakan pekerjaan kita bersama, seluruh lapisan masyarakat, tidak terkecuali para kader PKS untuk terus menggerakan masyarakat, dan di tingkat terkecil dengan menghidupkan RW yang ramah anak. Karena itu saya mengajak SPKK dan UPKK yang hadir di sini agar dapat memahami terkait RW ramah anak ini sehingga dapat berkontribusi secara oprtimal bersama masyarakat.” ungkap Nur Azizah.

Sementara itu menurut Kepala DPAPMK, drg. Nessi, pelaksanaan RW ramah anak di Depok saat ini belum berjalan dengan baik, harus ada sinergi yang baik dari seluruh unsur masyarakat. “Saat ini, RW ramah anak fungsinya masih belum berjalan secara maksimal. RW ramah anak ini adalah gerakan sosial masyarakat yang melibatkan pemerintah kota dengan sumber daya berbasis masyarakat tingkat RT dan RW dalam memberikan penanganan anak-anak, terutama anak-anak yang berhadapan dengan hukum, eksploitasi, serta penelantaran dan tindak kekerasan”, jelas Nessi.

Nessi berharap di kepemimpinan Depok yang baru ini, pemerintah dapat bersama-sama membangun kesadaran seluruh unsur masyarakat untuk menghidupkan RW ramah anak di Depok. “Jadi RW ramah anak ini Ketika sudah difungsikan secara maksimal, saya berharap bapak ibu juga nanti bisa membantu kami di dalam penguatan RW ramah anak”, imbuh Nessi.

Nessi menambahkan bahwa saat ini di Kota Depok, khususnya di Kecamatan Cilodong sudah ada 32 RW Ramah Anak yang sudah dibentuk dari 68 RW yang ada di kecamatan Cilodong, “Namun ke 32 RW ini, tetap harus terus didorong supaya tetap aktif. 32 RW ini tersebar di 5 Kelurahan yaitu 11 RW di Kalibaru, 2 RW di Sumakaju, 11 RW di Kalimulya, 4 RW di Jatimulya dan 4 RW di Cilodong”, terangnya.

Menaggapi hal itu, Nur Azizah mengapresiasi upaya DPAPMK dalam mendorong terbentuknya RW ramah anak. Kembali Nur Azizah mengajak agar seluruh kader PKS dapat terlibat bersama masyarakat dalam mensukseskan program ini.

“Berdasarkan Munas dan Muswil PKS, dalam Visi, Misi dan Arah Kebijakan Partai, kita harus meningkatkan kualitas dan kuantitas kader PKS. Oleh karena itu, setiap kader harus bisa menyatu bersama masyarakat, berkontribusi dalam kegiatan masyarakat salah satunya terkait ketahanan keluarga. Dalam rangka menghidupkan ketahanan keluarga, kegiatan RW ramah anak harus aktif. Diharapkan seluruh kader bekerjasama dengan masyarakat mensukseskan agenda RW Ramah Anak dan meningkatkan Kualitas Ketahanan Keluarga sehingga terwujud keluarga yang harmonis, sehat, produktif dan sejahtera”, pungkas Nur Azizah.