DepokNews – Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKS melakukan Kunjungan Dapil (Kundapil) kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Depok. Dalam kegiatan yang di gelar pada Sabtu (26/9) di Rumah Sahabat Qur’an, Sawangan Depok, Nur Azizah tidak hanya menyerap aspirasi para pelaku UMKM, tapi juga memberikan bekal penguatan Ruhiyah di tengah masa Pandemi Covid-19.

Dalam kundapil yang dihadiri oleh 14 pelaku UMKM dari Kecamatan Sawangan, Cipayung dan Bojongsari ini, Nur Aziah turut memberikan motivasi agar pelaku UMKM tidak patah semangat meskipun mengalami penurunan pendapatan bahkan kerugian di masa pandemi ini. Suroso, salah satu pelaku usaha ‘Ayam Bakar Roso’ mengaku pendapatannya turun drastis saat ini. Namun, ditengah kesulitan Suroso mampu mengatasinya dengan melakukan beberapa inisiatif “Usaha saya turun drastis, pengunjung yang datang ke warung ayam bakar saya jauh berkurang, akhirnya kami memutuskan tutup sementara waktu. Agar tetap bisa menafkahi keluarga, saya bepikir untuk menjual sambal yang biasa kami sajikan dengan ayam bakar. Sambal ‘Roso’ dijual secara online, Alhamdulillah respons pasar sangat baik”, tutur Suroso.

Beberapa pelaku UMKM lainnya mengaku dapat beradaptasi dengan terus melihat peluang pasar, meskipun harus melewati beberapa kesulitan di awal. Seperti Asep Kurniawan, pedagang pisang tanduk beku. Meskipun Kurniawan harus berkorban dengan menutup dua dari tiga gerai miliknya di masa pandemi. Kurniawan mengaku tidak patah semangat dan berinisiatif dengan mengoptimalkan penjualan secara online.

Masa Pandemi Covid-19 menjadi momok tersendiri khususnya bagi para pelaku usaha kecil. Menurut Nur Azizah, untuk dapat bertahan di masa pandemi ini, para pelaku UMKM tidak hanya harus lebih pandai menyiasati kondisi pasar, tapi juga harus dibarengi dengan penguatan ruhiyah, khususnya bagi umat Islam. “Kita harus lebih meningkatkan intensitas ibadah kita dibandingkan dengan dulu sebelum masa pandemi. Dengan rajin ibadah, memperbanyak berdzikir maka kita akan bisa lebih tenang dalam menghadapi situasi yang tidak menentu seperti sekarang ini”, jelas Nur Azizah.

Meskipun dimasa pandemi ini banyak mendapatkan kesulitan, Nur Azizah mengajak para pelaku UMKM khususnya yang beragama Islam, agar tetap istiqomah di Jalan Allah, serta mempererat tali persaudaraan dan terus mengucap syukur atas nikmat sekecil apa pun. “Bersyukur artinya kita berterimakasih atas seluruh limpahan nikmat yang Allah SWT berikan. Tanda bahwa kita sudah bersyukur adalah dengan senantiasa mengucap Hamdalah ”, terang Nur Azizah.

Nur Azizah juga menjelaskan bahwa terdapat lima hakekat bersyukur, yakni; pertama, merendahnya orang yang bersyukur di hadapan Allah SWT. Kedua, kecintaan terhadap sang pemberi nikmat, Allah SWT. Ketiga, mengakui seluruh kenikmatan yang Allah berikan. Keempat, senantiasa memuji Allah atas nikmat yang telah diberikan. Dan yang kelima, tidak menggunakan nikmat tersebut untuk sesuatu yang dibenci Allah.

Nur Azizah juga mengingatkan dalam Al-Qur’an Surat Ibrahim ayat 7 yang artinya: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmatku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat Pedih”. Melalui ayat tersebut kita diingatkan, untuk selalu bersyukur atas kondisi apa pun. Namun, tidak hanya sebatas mengucap hamdalah dan tidak melakukan ikhtiar, kita sebagai muslim juga dituntut untuk cerdas melihat peluang, salah satunya dengan terus menjalin silaturahim dengan sesama pelaku UMKM lainnya. Allah akan menjamin rizki setiap hambanya jika ia mau berusaha dan bersyukur”, pungkas Nur Azizah.