DepokNews — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat, Cecep Hidayat  meminta kepada agen sosialisasi dari berbagai Kota dan Kabupaten se Jawa Barat agar mampu menangkal informasi hoax serta ujaran kebencian selama proses pemilihan Gubernur Jawa Barat berlangsung.

“Ujaran kebencian, hoax merupakan hal yang utama yang harus dilawan selama proses pilkada berjalan, “ujarnya saat memberikan sambutan di acara bimtek agen sosialisasi seluruh Jabar di gedung Trans Media Bandung. Rabu (7/2).

Selain itu agen sosialisasi harus siap mensosialisasikan pilkada yang sehat dan bersih kepada masyarakat.” Agen sosialisasi harus menyampaikan informasi yang berimbang dan menyehatkan terkait kandidat Gubernur,”ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua KPU Depok, Titik Nurhayati juga menyampaikan hal yang sama. Bahwa agen sosialisasi harus mampu berkerja untuk melawan informasi sesat yang tidak bertanggung jawab. “Informasi hoax harus dilawan. Begitupun ujaran kebencian yang membuat perpecahan harus dilawan dengan menyampaikan informasi yang baik kepada masyarakat,”

Selain itu, Titik juga berharap agar agent sosialisasi harus mampu memberikan informasi yang sehat kepada masyarakat sehingga  bisa memberikan hak suara  tanpa ada paksaan. “Sampaikan informasi yang baik terkait calon. Jangan ditambah – tambah. Serta yang paling penting lawan setiap informasi hoax,” tuturnya.
[16.48, 7/2/2018] Furqon Kabar Depok. com: 1. 309 Agen Sosialisasi Se Jabar Padati Gedung Trans Media Bandung

Akurat. Co – Sebagai upaya mewujudkan pemilihan Gubernur Jabar yang jujur dan transparan serta jauh dari ujaran kebencian dan hoax. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat mengumpulkan 1. 309  agen sosialisasi dari berbagai Kabupaten dan Kota seluruh Jawa Barat.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Jawa Barat, Yayat Hidayat mengungkapkan bahwa 1. 309 agen sosialisasi yang hadir saat ini merupakan salah satu ihtiar dari KPU Jabar dan KPU Kota, Kabupaten untuk menciptakan pemilihan Gubernur Jabar tanpa ekses dan konflik.

“Kami menyadari bahwa suksesnya Pilgub Jabar tidak hanya peran dari KPU saja. Akan tetapi juga butuh masyarakat, salah satunya yaitu agen sosialisasi yang telah direkrut oleh masing-masing KPU Kota dan Kabupaten,” ujarnya. Rabu (7/2).

Selain itu kehadiran para agen sosialisasi ini untuk mendapatkan  pembekalan terkait proses pilkada serta hal – hal yang membuat proses pilkada menimbulkan konflik. “Intinya kami akan memberikan pemahaman kepada mereka tentang tahapan pilkada, tugas mereka serta beberapa cara agar menghadapi informasi hoax serta ujaran kebencian,” katanya.

Setelah mendapatkan pembekalan, sambung Yayat para agen sosialisasi diharapkan mampu mengaplikasi setiap informasi yang didapatkan dari acara bimtek ini agar disampaikan ke masyarakat.

“Apapun yang didapatkan saat ini, para agen harus menjadi lider yang selalu menyampaikan informasi yang baik dan sehat serta menjadi referensi bagi masyarakat. Dan juga para agen harus melaporkan semua kegiatan sosialisasinya ke KPU masing-masing Kota dan Kabupaten, “ungkapnya.

Menurut Yayat penyelenggaran Pilgub Jabar adalah pemilihan demokrasi lokal yang sangat besar. Sebab pilgub Jabar akan diikuti sekita 33 juta pemilih.” Artinya dari hal ini potensi konflik juga sangat besar seperti kata Kapolda Jabar. Untuk itulah kami sangat berharap agen sosialisasi ini harus mampu mencegah hal ini dengan menyampaikan informasi yang baik dan benar, “tuturnya.