Walikota Depok, Mohammad Idris (Foto: Mia Nala Dini-DepokNews)
DepokNews- Di usia ke-19 Kota Depok saat ini, telah berdiri bangunan-bangunan megah, seperti mall, hotel dan apartemen. Siapa sangka, di tahun 1970-an, banyak orang yang enggan menjadikan Depok menjadi tempat tinggal.
“Ketika dibangun Perumnas tahun 1970, orang suruh beli perumahan gak mau, sepi,” ujar Walikota Depok, Mohammad Idris beserta istri, ditemani Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna beserta istri, usai upacara HUT Kota Depok ke-19, di Lapangan Balai Kota Depok, Jumat (27/4/2018).
Kemudian pada tahun 1980-an, Universitas Indonesia (UI) berdiri, mulai ada geliat kota hunian. Tahun 1990-an ada ide pemekaran dan tahun 1996 dilepas Kabupaten Bogor lalu tahun 1999 Depok diresmikan menjadi kota madya.
“Jalan Margonda itu ada dua atau tiga kali pelebaran jalan. Bisa dibayangkan selebar apa dulu. Saya dulu tahun 1970 an, kalau naik mobil serem masih sepi. Sekarang luar biasa, peningkatan secara bertahap dan lihat Depok sekarang,” terangnya.
Idris melanjutkan, pemerataan pembangunan bukan hanya di margonda, sudah dicantumkan di RTRW, ada Bojongsari, Limo, Cimanggis, Tapos, Cilodong dan Sukmajaya.
“Kami berharap di semua titik pembangunan berjalan merata, hal ini untuk kemajuan Kota Depok dan warganya,” tandas Idris.(mia)