Depok-Beragam upaya dalam memperingati Hari Pahlawan Nasional dan cara untuk mengisinya. Melalui Konser Seni Sambung Rasa para musisi menyampaikan pesan lewat musik, lagu dan puisi. Hal itu dibenarkan penyelenggara acara Heri Syaifuddin. “Kalau Pahlawan berjuang untuk ruang-ruang kemerdekaan. Hari ini kita berjuang untuk ruang kebersamaan. Relasi antar manusia dan alam dalam ruang yang berdaulat akan menjadi panggung. Serta sarana untuk mengartikulasikan empati, simpati, kasih sayang, sampai keberagamaan. Panggung dan sarana yang mewadahi seluruh proses kreatifitas sekaligus transendensi,”ujarnya di Joglo Nusantara. Situ Pengasinan, Sawangan.

Pengasuh serra sanggar sanggar pesantren arafa Fauzie Husain mengungkapkan, konser tersebut dilandasi beragam keadaan. Ia mengaku, adanya kemirisan terhadap fakta sempitnya ruang terbuka hijau. Ditambah lagi dengan sempitnya ruang belajar, ruang edukasi, ruang ekspresi, bermain anak dan lainnya. “Ruang-ruang hijau yang sudah dikomersialisasi, sempadan yang sudah diprivatisasi. Kekhawatiran akan datangnya bencana akibat ulah manusia, akibat Pembalakan liar hutan dan pohon Kota,”keluhnya.

Dirinya juga menyayangkan adanya perilaku manusia yang sarkas terhadap lingkungan. Salah satunya dengan membuang sampah sembarangan, ketidak pedulian terhadap sampah plastik. Dia juga melihat ketidakpedulian terhadap sungai termasuk bantaran, juga situ-situ termasuk sempadannya. “Banyak lagi kekhawatiran semakin acuhnya penduduk akan hak-hak ekologis. Terkait itu semua kami berkesimpulan Negara belum hadir untuk perjuangan mengadakan ruang terbuka hijau dan memenuhi hak ekologis,”paparnya.

Konser musik tersebut semakin menarik karena digawangi sejumlah musisi. Diantaranya: Slamet Jenggot, Varid Putra Mbah Surip, Zizie Husain, Oi dan kofama band, Sony Teguh and band.

Acara tersebut diselenggarakan oleh Joglo Nusantara, Langgar aksara Nusantara pimpinan Heri Blangkon. Didukung oleh Rumah sopan komunitas kampung sawah pimpinan sony teguh, serra sanggar sanggar pesantren arafa diasuh oleh Fauzie Husain. Nampak hadir para penggiat lingkungan seperti trash hero, forum pangan, komunitas petani kota bos letong, pramuka, majalah asri, bob Lampions, Oi Depok, Kofama, Mahagenta, relawan covid wisma atlit, demokreasi-6 (event organizer and art decor).