Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Rosa Margaret Tabuni bersama orangtuanya, Yulius Tabuni (kiri) dan istri Domina Wenda usai wisuda di Balairung UI Depok. (Foto : Pipin/Diskominfo)

DepokNews– Guna terwujudnya Depok sebagai kota pendidikan, para pemangku kebijakan (stakeholder) di Depok saling bersinergi menjadikan wilayah ini aman dan kondusif. Dengan demikian, para mahasiswa luar daerah yang mengenyam pendidikan di Depok dapat menyelesaikan studinya dengan tenang.

Suasana kondusif ini mendapat apresiasi dari warga Papua Yulius Tabuni (50 tahun), orangtua dari mahasiswa, Rosa Margareta Tabuni yang berhasil menamatkan pendidikan di Politeknik Negeri Jakarta (PNJ).

Menurutnya, meskipun belum lama ini, sempat terjadi konflik sosial terhadap mahasiswa Papua. Namun hal tersebut tidak terjadi pada anaknya di Depok.

“Kami menyampaikan terima kasih pada pihak TNI khusus di wilayah Depok, yang telah berusaha menjadikan kota ini tempat yang aman untuk anak kami kuliah,” katanya usai menghadiri wisuda PNJ di Gedung Balairung Universitas Indonesia (UI) Depok, Sabtu (21/09/2019).

Pada kesempatan itu, ia juga mengimbau mahasiswa Papua lainnya agar cepat menyelesaikan studinya. Terutama bagi para mahasiswa yang sedang belajar di luar Papua. Pasalnya, dirinya berharap setelah selesai pendidikan, mereka bisa kembali ke daerah guna membangun Papua yang lebih baik lagi.

“Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kembali kepada TNI yang telah memfasilitasi, sehingga kami bisa hadir di wisuda ini,” terangnya

Sementara itu, mahasiswa PNJ, Rosa Margareta Tabuni (21 tahun) mengaku, terharu bisa menyelesaikan pendidikan D-III jurusan Akuntansi. Selama tiga tahun di Kota Depok, sambung Rosa, dia merasa aman untuk tinggal dan kuliah di sini.

“Setelah lulus, saya berencana untuk melanjutkan pendidikan ke level yang tinggi lagi. Mudah-mudahan ada rezekinya,” pungkasnya.