DepokNews –Banjir kembali menejang warga di Perumahan Bukit Sawangan Indah, Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok. Rabu (20/5/2020).

Surya Chandra Atmaja salah satu Tokoh Pemuda di BSI dan Duren Mekar serta Pengurus DKM Al-Iman mengatakan banjir yang terjad tanggal 20 Mei 2020 sekitar pukul 10.00 WIB. Padahal tanggal 18 Mei 2020 banjir baru saja terjadi banjir.

Menurut Chandra sejak Februari kemarin hingga saat ini tercatat sudah 8 kali komplek tempat tinggalnya kebanjiran.

“Hal ini membuat kami merasa terabaikan dan termarjinalkan, kami bingung harus mengadu kemana lagi. Kami sudah mengadu ke Lurah Duren Mekar, Camat Bojongsari, Anggota DPRD Kota Depok Bapak Habib, Anggota DPRD Kota Depok, Bapak Mad Arif, dan Bapak Walikota Muhammad Idris Somad,”Keluh Chandra.

Dikatakan Candra pemerintah Kota Depok dan DPRD semua sudah tau masalah yang dialami warga. Bahkan ketika berkunjung langsung maupun melalui utusan relawan/tim para pejabat tersebut berjanji akan segera memperbaiki tanggul.Namun sampai hari ini semua janji itu hanyalah angin surga dan tidak terealisasi.

“Sebagai Tokoh Pemuda saya sedih melihat warga disini harus menghadapi masalah banjir yang terus menerus ditambah saat ini Wabah Corona sedang melanda Depok dan masyarakat diharuskan patuh terhadap PSBB. Pertanyaan nya bagaimana PSBB bisa kami laksanakan? Jika hujan lebat sebentar di Bogor langsung membuat air tumpah ke pemukiman warga,”tegasnya.

Selain itu Chandra mengakui bahwa mereka tinggal di dataran rendah dan pinggir sungai yang melewati Perumahan Bukit Sawangan Indah. Namun meski demikian Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah sangat jelas diamanatkan langsung dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana untuk melindungi segenap masyarakat.

” Pemerintah harus melindungi masyarakat dari ancaman bencana serta mereka adalah penanggung jawab langsung. Makanya ini sangat kami sesalkan kenapa sampai saat ini belum ada penangangan masalah banjir yang kami alami,”katanya.

Chandra juga berharap keresahan dan kesedihan ini mampu di dengar Pemerintah terutama Pemerintah Kota Depok, bahwa Depok bukan hanya Margonda.

“Tapi masih ada kami orang-orang pinggiran Sawangan. Semoga Pemerintah Kota Depok tidak lagi memunggungi kami dan segera membenahi tanggul yang jebol dan menormalisasikan kali yang melewati Perumahan kami,”bebernya.