DepokNews–Pria ini punya niat untuk membantu pemerintah mencapai target bebas sampah di tahun 2025 dan menjadi amal sholih . karena niat dan tekadnya yang tinggi , ia berani untuk resign dari pekerjaannya sebagai seorang manager perusahaan swasta menjadi petugas kebersihan pengambil sampah lingkungan di wilayah RT 03 RW 04 Kelurahan sukmajaya kota depok.

Abdullah Gojali (33)  depok, keseriuasan anak muda ini patut diacungi jempol karena berani untuk focus menangani sampah dan memberikan inovasi untuk menyelesaikan timbunan sampah yang sekarang menjadi masalah di kota depok.

Gojali warga kampung cipayung, kelurahan sukmajaya , depok. ini awalnya sudah memiliki ketertatikan tentang sampah sejak SMA, Gojali mulai mengumpulkan informasi tentang pengelolaan sampah baik dari dalam negeri sampai luar negeri, tetapi melihat fakta lapangan di indonesia yang sangat jauh dari teori yang banyak disajikan. Bahkan di tempat Gojali tinggal, depok juga sedang mengalami beberapa kendala masalah persampahan mulai TPA Cipayung yang sudah over kapasitas sejak tahun 2014, perpindahan TPA cipayung ke TPPAS Lulut Nambo kabupaten bogor, hingga perubahan Perda kota depok nomor 5 tahun 2019 yang menaikkan retribusi pelayanan kebersihan yang banyak penolakan dari masyarakat kota depok.

Semua masalah diatas terjadinya karena masyarakat kota depok masih membuang sampah campur, bahkan jumlah timbunan sampah yang di buang ke TPA kurang lebih 1000 ton perhari,sehingga solusinya adalah masyarakat harus melakukan pemilahan sampah mulai rumah.

 karena hal ini akhirnya Gojali dengan yayasannya yaitu  yayasan sahabat edukasi lingkungan membuat program pilot project untuk membantu masyarakat untuk melakukan pemilahan dan juga dibantu aplikasi depok Bersih Apps  yang akan menyajikan system pengelolaan sampah yang tepat dan juga program pemilahan yang konsisten dan benar.

Tanpa rasa malu dan jijik,  Gojali mengambil sampah rumah tangga yang ada dilingkungan RT 03 RW 04 kelurahan sukmajaya ,seminggu tiga kali pengambilan, Gojali pun memfasilitasi setiap rumah warga untuk tempat sampah pemilahan.setiap rumah di berikan tempat sampah organic dan tempat sampah non organic yang di belinya dari uang pesangon kerjanya.

Hasil sampah yang dikumpulkan sebagian di buang melalui dinas lingkungan kebersihan dan sebagian di pakai untuk program Kampoeng Berdaya Organik. Selain itu gojali juga memberikan inovasi dalam pengelolaan sampah dengan mengunakan aplikasi Depok Bersih Apps. Dimana aplikasi tersebut memiliki fitur yang menyediakan edukasi, sosialisasi, pengaduan, dan juga pengawasan, sehingga masyarakat dapat terbantu dan juga dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah. Kedepannya Gojali berharap agar  pemerintah kota depok mau bekerjasama agar bisa memakai aplikasi depok bersih Apps , agar makin banyak masyarakat memilah sampah dan masalah persampahan di kota depok dapat terselesaikan.