DepokNews–Dibalik kemenangan Pasangan Nomor Urut 2 Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono, ada kisah perjuangan yang mengharukan serta menginspirasi.

Cerita tersebut datang dari Kepanduan PKS Kota Depok. Dua kader terbaik yang dimiliki harus gugur dalam perjuangan merebut kemenangan di Pilkada Depok 2020. Kedua kader terbaik tersebut adalah Rohmat dan Totong Taufik yang tutup usia selepas dinyatakan positif Covid-19.

Sekretaris Kepanduan dan Olahraga PKS Kota Depok, Sartono menceritakan riwayat kedua kadernya yang sangat gigih dalam berjuang, terutama untuk kepentingan masyarakat.

Sartono berkisah tentang perjuangan almarhum Totong Taufik di pilkada kali ini sebelum akhirnya menghadap Sang Maha Pencipta pada 12 November lalu.

Almarhum Totong Taufik tinggal di Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Cimanggis, Kota Depok. Selama pilkada, almarhum Totong Taufik senantiasa mendampingi pasangan calon Idris-Imam selama masa kampanye.

Bahkan sepekan sebelum tutup usia, almarhum Totong Taufik masih aktif membersamai pasangan calon dan timses berkampanye di Kecamatan Cimanggis.

“Sore harinya beliau sempat memberikan sambutan dan rumahnya menjadi tempat sosialisasi. Kemudian, beliau sakit dan berobat. Lantaran belum ada tanda-tanda kesembuhan, pada Sabtu sore beliau sempat dibawa ke Rumah Sakit Arafiq dan dirujuk ke RS UI. Sabtu itu juga dilakukan swab dan pada hari Minggu beliau dinyatakan positif Covid-19, kemudian pada hari Senin, beliau drop dan Selasa almarhum tutup usia,” cerita Sartono kepada Harian Sederhana, Selasa (15/12).

Sartono pun bercerita sedikit tentang perjuangan almarhum Rohmat, kader kepanduan yang juga gugur dalam perjuangan PKS di pilkada ini. Almarhum merupakan Ketua DPRa PKS Kelurahan Pondok Cina yang aktif dalam masa hidupnya menjadi pelayan umat.

Bahkan, jasanya yang besar membuat masyarakat di wilayah Pondok Cina sangat berduka atas meninggalnya pria berusia 47 tahun ini. Warga pun turut mengantarkan kepergian almarhum untuk terakhir kalinya ke liang lahat. Lantunan doa pun menyertai pemakaman kader PKS Depok tersebut.

“Selama masa kampanye, almarhum sangat aktif menyosialisasikan pasangan Idris Imam. Berkampanye secara santun untuk memenangkan pasangan ini. Beliau sempat dirujuk ke rumah sakit di Bogor hingga akhirnya meninggal dunia,” ujar Sartono.

Sartono pun mengenang perjuangan kedua kader PKS Kota Depok ini selama masa hidupnya. Keduanya berjuang tanpa pamrih, baik untuk mengabdi kepada masyarakat maupun menjalankan amanah yang diberikan PKS kepada keduanya.

“Almarhum Totong Taufik bila mendapatkan amanah, termasuk juga almarhum Pak Rohmat. Tak kenal pamrih, tulus berjuang tanpa banyak perhitungan apa-apa dalam menjalankan amanah. PKS Depok sangat mengenang perjuangan keduanya, kebaikan mereka, dan kami sangat merasakan kehilangan atas meninggalnya dua kader terbaik kami,” tandasnya.

Calon Wakil Wali Kota Depok Nomor Urut 2, Imam Budi Hartono sangat berduka atas meninggalnya dua kader kepanduan PKS Depok ini. Ia pun mendoakan keduanya semoga segala amal ibadah selama hidup diterima Allah SWT dan mendapatkan tempat terbaik disisi-Nya.

“Mereka adalah kader terbaik yang dimiliki PKS Kota Depok. Mari kita doakan mereka agar mendapatkan tempat terbaik disisi-Nya,” ujar Imam.

Ia pun bercerita soal perjuangan kepanduan yang senantiasa mengawal pasangan Idris-Imam selama masa kampanye.

“Para kepanduan adalah salah satu elemen penting untuk pasangan ini dalam merebut kemenangan. Semoga apa yang dilakukan menjadi catatan amal baik bagi mereka,” tutup Imam.

Sumber: https://www.hariansederhana.com/kisah-almarhum-totong-taufik-dan-rohmat-dua-kader-terbaik-pks-depok-yang-gugur-di-pilkada-2020/