Habib Syarif Gasim Husin Al Attas, aleg dari fraksi PKS, sedang memberikan tausiyah diacara zikir tahlil malam pertama almarhum Amwadih, ketua RW. 07 Kp. Lio Kelurahan Bojong Pondok terong, Sabtu (01/08/2020)

Ditengah kesibukannya sebagai anggota dewan di DPRD kota Depok, Habib Syarif Gasim Husin Al Attas dari fraksi PKS, tadi malam, Sabtu (01/08/2020), menyempatkan waktunya hadir dikediaman Almarhum Amwadih, SE, diwilayah Kp. Lio Rt. 006/07 Kelurahan Bojong Pondok Terong Kecamatan Cipayung, dalam rangka ta’jiyah sekaligus mengikuti kegiatan zikir tahlil malam pertama.

Kehadiran habib Syarif Gasim, menjadi pusat perhatian jama’ah yang hadir, karena selain sebagai anggota dewan, habib Syarif Gasim dikenal juga sebagai seorang mubaligh, sehingga dalam kesempatan tersebut, kehadiran habib Syarif Gasim tadi malam, tidak disia-siakan, ia diminta untuk memberikan tausiyah.

Dalam tausiyahnya, habib Syarif Gasim menjelaskan bahwa seseorang yang akan meninggal, 40 hari sebelum ia meninggal, maka orang tersebut sudah dikatakan mayit, hanya saja, lanjut habib Syarif Gasim, kita tidak tau, siapa orang yang akan meninggal tersebut. Dan menurut habib Syarif Gasim, Bpk. Amwadih belum lama ini, pernah duduk bareng disebuah majlis, dan sempat ngobrol bareng dengan dirinya, karena waktunya belum 40 hari, maka ketika itu, berarti saya sedang ngobrol dengan mayit, sambung habib Syarif Gasim, yang disambut dengan tawa jama’ah.

Sementara itu Amwadih, SE. semasa hidupnya adalah seorang pengurus lingkungan, sebagai ketua RW 07 di kp. Lio Kelurahan Bojong Pondok Terong, beliau adalah pengurus RW yang aktif dimasyarakat, peduli, dan memiliki banyak gagasan, meninggal secara mendadak, setelah sibuk seharian mengurus penyembelihan dan menyalurkan daging qurban di lingkungannya, ia meninggal pada Sabtu dinihari sekitar jam 01.45 WIB. setelah sebelumnya merasakan sesak dibagian dadanya.

Ditulis oleh Husaini aspri HSG // dokumentasi foto Eman Sulaeman