DepokNews — Selama ini, masyarakat lebih banyak memfungsikan  masjid  sebagai sarana ibadah. Namun, secara lebih luas masjid memiliki peran yang penting dalam memberdayakan dan mensejahterakan masyarakat. Hal itu disampaikan Dr. H. I’ie Naseri Muhammad. Menurutnya, Rasulullah sendiri mencontohkan bagaimana masjid juga memiliki peran yang strategis dalam konteks berbangsa dan bernegara. Bahkan, lanjutnya, di masjid sebagai sarana berkumpul untuk menyelesaikan persoalan umat. “Tentunya, dengan pengelolaan dan manajemen yang baik masjid akan memiliki peran vital di masyarakat. Bahkan, untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat lemah bisa dimulai dari masjid,”terang Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Depok ini.

Menurutnya, bila pengelolaan masjid berjalan dengan baik maka masyarakat sekitar masjid bisa diberdayakan. Ia mengungkapkan, dalam pengelolaannya masjid memiliki unit usaha yang dikelola oleh DKM seperti: koperasi, koperasi simpan pinjam, BMT, travel haji dan umroh. “Tidak bisa dipungkiri lagi, dari sejarah telah terbukti berdirinya salah satu bank BUMN juga bermula dari masjid. Sehingga, jika saat ini dari unit usaha  masjid memberikan modal pinjaman usaha kepada masyarakat ekonomi lemah bukanlah hal yang baru,”jelasnya.

Dirinya mengungkapkan, dengan adanya masjid yang dikelola dengan baik serta suasana menyenangkan akan menjadikan jamaah tenang dan nyaman dalam beribadah. Namun, lanjutnya, alangkah baiknya bila terpenuhinya kebutuhan sehari-hari. Sehingga, jamaah tidak hanya khusyuk saat beribadah di masjid tapi juga merasa nyaman karena keluarganya terpenuhi kebutuhan pokoknya. “Jangan sampai, saat jamaah yang beribadah di masjid tapi masih ingat keluarganya yang masih kekuranganya makan apa hari ini. Nah, inilah juga fungsi dari masjid dalam memberdayakan umatnya,”terang mantan Kasubag TU Kemenag Kota Depok ini.

Kepedulian Pada Masyarakat

Naseri menuturkan, lingkungan sekitar masjid juga menjadi percontohan dari cinta lingkungan dan kebersihan. Ia mengungkapkan, bagaimana lingkungan sekitar masjid bisa ditanami dengan  tanaman produktif seperti: tanaman buah-buahan, pohon kayu manis dan lainnya. “Halaman masjid juga bisa memiliki fungsi sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan ditanami beragam tanaman. Jadi, dengan penataan taman dan penghijauan di sekitar masjid sebagai percontohan masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar. Dengan kata lain, masyarakat tidak hanya istirahat atau sholat di saja tapi juga sebagai sarana tempat tujuan wisata karena penghijauan dan penataan tanaman yang indah,”paparnya.

Meski begitu, dengan keberadaan masjid juga sebagai sarana sosial. Dia mengungkapkan, dengan adanya jamaah yang sakit perhatian dari pengurus yang mengatasnamakan masjid turut serta memberikan bantuan adalah hal positif. “Sudah banyak salah satu unit masjid memiliki klinik pengobatan bagi masyarakat, mobil ambulan dan mobil jenazah milik masjid yang tiap waktu bisa dimanfaatkan. Disamping itu, masjid sebagai tempat untuk menyolati jenazah,”tandasnya.

Dikatakannya, untuk menjadikan masjid dengan pengolaan yang baik tentunya dimulai dengan manajemen tata kelola keuangan. Selain itu, lanjutnya, yang tak kalah pentingnya adalah administrasi seperti: surat menyurat, pelaporan kegiatan, sampai dengan surat perizinan atau sertifikat  masjid dan lainnya. “Jadi, masjid tidak hanya mengandalkan pemasukan dari kotak amal saja tapi juga dari unit usaha. Sedangkan, untuk sertifikasi masjid masih banyak masjid yang belum mengurus sertifikatnya dan ini adalah tugas kita semua dalam upaya memajukan rumah Allah,”tutupnya.