DepokNews–Mantan Menteri Sosial era SBY, Habib Dr. Salim Segaf Aljufri, yang juga merupakan Ketua Majlis Syura PKS hadir secara virtual (daring) dalam acara peresmian gedung baru Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI (STEI SEBI) di Bojongsari, Depok, 31 Agustus 2020. Acara peresmian gedung yang dibangun menggunakan dana wakaf tersebut dilanjutkan dengan dengan peluncuran program studi baru Hukum Ekonomi Syariah yang dibuka oleh STEI SEBI pada tahun ini.

Dalam sambutannya sebagai Ketua Dewan Penyantun STEI SEBI, Habib Dr. Salim Segaf Al-Jufri, menyampaikan pentingnya upaya implementatif untuk mewujudkan kesejahteraan umat manusia melalui pengembangan ekonomi syariah. Menurutnya, gedung baru STEI SEBI yang dibangun menggunakan dana wakaf merupakan sumbangsih besar dalam dunia pendidikan Islam. Gerakan wakaf di dunia pendidikan perlu didukung oleh segenap komponen masyarakat: pemerintah, lembaga legislatif, tokoh, dan lembaga-lembaga filantropi zakat dan wakaf, ungkap Habib Salim.

Dalam hal ini, STEI SEBI bekerja sama Yayasan Kesejahteraan Madani (Yakesma) untuk mengembangkan fasilitas-fasilitas kampus. Gedung baru yang diresmikan ini dibangun dari dana wakaf yang dihimpun dan dikelola oleh Yakesma. STEI SEBI sebagai tempat dibangunnya gedung ini merupakan penerima manfaat wakaf. Gedung yang terdiri dari 2 lantai dengan luas 432 m2 ini akan digunakan untuk ruang perkuliahan, laboratorium komputer dan perpustakaan.

“Yakesma telah berkontribusi memberikan beasiswa pendidikan bagi mahasiswa STEI SEBI sehingga membuat adik-adik mahasiswa lebih bersemangat lagi untuk belajar meraih cita-citanya,” tegas Habib Salim.

Dalam kesempatan yang sama, juga diluncurkan Program Talaqqi Fiqh Muamalah. Program ini merupakan ciri khas pengelolaan Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES). Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan mahasiswa yang belajar di Program Studi HES ini bisa menguasai fiqh muamalah kontemporer yang digali langsung dari sumber referensi yang otentik. Program studi ini memiliki profil lulusan utama untuk melahirkan Dewan Pengawas Syariah (DPS) di entitas syariah yang memiliki kompetensi penguasaan ilmu syariah dan keuangan secara bersamaan.

Program yang diasuh langsung oleh Dr. Oni Sahroni, MA, Pengurus Harian Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI dan juga anggota Dewan Pengawas Syariah (DS) di bank syariah terbesar di Indonesia ini telah memperoleh izin operasional dari Kementerian Agama RI dan akreditasi minimum dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).