Ustad Imam Budi Hartono, Anggota DPRD Propinsi Jawa Barat

Ketika Kelak Kita Menerima Buku Catatan Amal

Posted on 361 views

Oleh: Ustad Imam Budi Hartono, Anggota DPRD Proponsi Jawa Barat

Bismillahirrohmanirrohiim
Assalamu’alaikum warahmatullahi

Kaum Muslimin yang dicintai Allah SWT, masih adakah diantara kita yang suka menulis buku harian atau diary, buku catatan harian, contohnya saja buku catatan si Boy, kisah cinta seorang pemuda, walau itu kisah fiksi.

Beda lagi kalau kita melihat catatan harian Ramadhan beberapa tahun yang lalu pada tarawih anak-anak yang ikut terawih tiba-tiba menyodorkan buku evaluasi Ramadhan dari sekolahnya yang harus ditandatangani oleh sang penceramah. Semoga sekarang masih ada buku evaluasi Ramadan tersebut.

Dari sudut pandang saya, jika buku evaluasi Ramadan itu dipakai dan diisi dengan baik oleh kaum muslimin dewasa, apa yang terjadi mungkin jika kita buka buku tersebut di tahun berikutnya kita akan tersenyum atau mungkin tertawa atau sebaliknya mungkin kita akan menangis.

Dia menangis, menangisi amal ibadah yang kita jalankan Ramadan ini menangis sudah tidak lagi bisa menulis catatan aktivitas harian Ramadhan. Menangis mungkin karena ibadah Ramadan tahun ini tidak sebaik tahun lalu capaian-capaian ibadah seperti tarawih membaca Quran, infaq, shodaqoh dan berbagai amalan kebaikannya dengan berbagai alasan tidak sebaik tahun lalu.

Wahai kaum muslimin buku catatan itu sesungguhnya tetap ada catatan kebaikan dan keburukan itu terus berjalan buku harian itu akan kita terima kelak di akhirat Allah berfirman dalam surat Al-Jaatsiyaat: 28 yang artinya “Dan pada hari itu kami lihat tiap-tiap umat berlutut tiap-tiap umat dipanggil untuk melihat buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan”

Dalam surat Al Insyiqaq ayat 7 sampai 9 Allah berfirman “Adapun orang-orang yang diberi kitabnya dari sebelah kanannya maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah dan dia akan kembali kepada kaumnya yang sama-sama beriman dengan gembira”

Pada saat itu kita sudah tidak bisa lagi menangis karena budaya kita tidak lagi bisa dirubah yang ada hanya penyesalan dan kita akan menerimanya apa yang selama ini kita lakukan di dunia.

Kaum muslimin yang dicintai Allah SWT, selama masih hidup di alam dunia, terlebih ada pada bulan Ramadhan, Ayo kembali kepada Allah, ayo kita lakukan ibadah sebaik-baiknya dan sebanyak-banyaknya agar tak menyesal di kemudian

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.