DepokNews–Kerugian atap plafon dan bangunan lainnya di SMP 16 Kota Depok di Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos akibat angin puting beliung diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Kepala SMP 16 Iyang Bachtiar kepada wartawan pada Rabu (26/2) mengatakan pasca kejadian hujan deras disertai angin puting beliung melanda Kota Depok dan sekitarnya mengakibatkan atap plafon ruang kelas.ambrol.

“Untuk saat ini kondisi sudah kondusif, Kegiatan Belajar Mengajar siswa berjalan seperti biasa,”katanya.

Saat kejadian kegiatan belajar mengajar sempat terganggu akibat kerusakan ruang kelas tersebut, hingga pihak sekolah mengambil keputusan untuk memindahkan peserta didiknya ke kelas yang lain.

“Sementara ini kami memindahkan siswa kelas VIII 1 ke kelas lX 5. Karena hanya kelas itu satu-satunya yang kosong, yang lainnya sudah penuh,” katanya.

Tak hanya merusak bangunan sekolah, Iyang mengatakan musibah angin puting beliung itu juga menyebabkan terganggunya pelaksanaan try out lantaran listrik yang terputus.

Untuk diketahui, sistem try out di SMPN 16 Kota Depok menggunakan jaringan internet.

Sementara itu listrik terputus dan tidak mengalir ke sekolah tersebut.

“Karena mati listrik pas bencaba, jadi try out mata pelajaran matematika kelas IX terhambat karena pakai jaringan internet. Harusnya ujian dimulai pukul 7.30 WIB diundur sampai jaringan internet tersambung lagi pada 9.00 WIB,”katanya.

Iyang berujar pihaknya menaksi kerugian yang dialami akibat kerusakan tersebut berkisar diangka Rp 30 juta.

“Kurang lebih Rp 30 juta, tapi kami sudah hubungi pihak Dinas Pendidikan Kota Depok dan sudah datang juga ke sekolah. Semoga dalam waktu dekat bisa teratasi,” katanya.