DepokNews– Duta Generasi Berencana (Genre) Kota Depok meraih prestasi ajang Abhinaya Jak 2020 tingkat provinsi Jawa Barat. Lomba Abhinata tersebut terdiri dari lomba video ekpose, video dokumenter, Rap Battle, Essay, dan Tiktok.

“Lombanya pada pertengahan Desember kemarin. Dan depok berhasil meraih empat kejuaraan dari lima lomba yang diikuti. Yaitu lomba video ekpose, video dokumenter, Rap Battle, Essay, dan Tiktok,” kata Ketua Genre Kota Depok, Bahrul kepada , Sabtu (26/12/20).

Dirinya merinci, dalam Lomba Video Expose mereka membuat film berjudul Renjana, yaitu tentang komunikasi dengan orang tua di masa pandemi. Karya ini berhasil menjadikan Genre Depok raih juara pertama.

Selain itu, Lomba Video Dokumenter yang menceritakan perkembangan PIK-R SMKN 1 Depok yang meraih juara terbaik kelima. Kemudian Lomba Video Rap, mengenai HIV/AIDS meraih juara terbaik 7.

“Lomba Tiktok tentang ingat pesan ibu terkait 3M, berhasil menjadi terbaik ke-10,” katanya.

Sementara itu, Duta Genre Kota Depok Nizar Arifshidqi menambahkan, keikutsertaan mereka dalam lomba ini sebagai pembuktian remaja Depok bisa berprestasi. Termasuk memiliki daya saing di aspek kreativitas.

“Alhamdulillah, ini prestasi yang membanggakan, keikutsertaan kami dan prestasi yang diraih membuktikan apabila remaja Kota Depok bisa berprestasi,” tutupnya
[20:26, 12/26/2020] Furqon Depoknews.Id 471001016641538: Jadi Tempat Isolasi Mandiri, Pemkot Depok Tambah Fasilitas Kesehatan di Pusat Studi Jepang

DepokNews–Pemerintah Kota Depok menambah fasilitas kesehatan di Guest House Pusat Studi Jepang (PSJ) Universitas Indonesia.

Wali Kota Depok, Muhammad Idris mengatakan penambahan tersebut sebagai upaya mencari solusi agar pasien Covid-19 berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) dapat menjalani isolasi di tempat yang representatif.

“Saat ini kami mengembangkan penambahan fasilitas isolasi mandiri di Guest House PSJ UI, untuk menampung OTG dengan kapasitas 40 pasien. Hal ini dikarenakan kita harus segera memisahkan mereka yang positif dengan yang non-reaktif, khususnya di lingkungan keluarga,” kata Wali Kota Depok, Mohammad Idris, Sabtu (26/12/20).

Sebelumnya, lanjut Mohammad Idris, Pemkot bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga sudah menyediakan Wisma Makara UI. Gedung tersebut, menjadi tempat isolasi khusus bagi OTG dengan kapasitas 120 pasien,

Mohammad Idris menambahkan, upaya lainnya yang terus didorong adalah menguatkan kembali keberadaan Kampung Siaga Covid-19 (KSC). Termasuk meningkatkan kapasitas tes, serta penegakkan hukum secara terintegrasi dengan TNI/POLRI dalam penerapan protokol kesehatan.

Dirinya mengakui, status risiko penyebaran Covid-19 di Indonesia khususnya Kota Depok masih fluktuatif. Bahkan, pekan ini pada periode 20 Desember 2020, Kota Depok berada pada zona risiko tinggi atau zona merah.

“Kasus mayoritas berasal dari klaster keluarga dan komunitas, di samping klaster perkantoran,” tutupnya.