Terduga  pelaku pencuri ayam

DepokNews— Seorang pedagang pisang nyaris babak belur dihakimi massa lantaran kepergok mencuri sejumlah ayam ternak milik Arif Rachman (55) di  Jalan H. Maksum, RT.4/4 No. 50, Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan pada Senin (28/5).

Penjaga keamanan lingkungan setempat Agus Wijaya kemalingan di rumah  Arief, diketahui dimana saaat itu , korban  akan sahur mendengar suara mencurigakan di kadang ayam peliharaan

Saat  keluar rumah, ia  melihat ada seorang pria dalam keadaan kaki pincang sedang memasukkan satu persatu ayam kampung miliknya ke dalam karung yang telah disiapkan dimotor pelaku.

Melihat ayam kampung peliharaanya dicuri sontak korban teriak maling lalu warga berdatangan dan pelaku nyaris babak belur dihajar massa.

Massa yang semakin bringas mau menghakimi pelaku, yang langsung diamankan  dan dibawa ke Polsek Sawangan untuk ditindak lanjuti.

Pelaku berdasarkan KTP  adalah  Naun Prasaudi Atma  (43), warga Grogol Limo.

Kondisi pelaku  kakinya pincang akibat kecelakaan. Alasannya  mencuri buat nambah-nambah kebutuhan biaya hidup.

“Sebanyak lima ekor ayam kampung dicuri oleh pelaku dan setelah itu rencana mau dijual segera di Pasar Parung Jaya namun keburu ketangkap warga kita”katanya.

Dari hasil barang bukti yang didapatkan dari tangan pelaku, lanjut Agus, petugas menyita motor Honda Beat putih B 3481 EEA dengan bawaan karung dimotornya untuk mencuri lima ekor ayam kamping milik korban.

Menurut Agus, peristiwa kemalingan hewan perliharaan warga terjadi setiap tahun menjelang hari raya Idul Fitri.

“Maling ayam kampung ini bukan pertama kali terjadi, namun sudah kedua kalinya. Sebelumnya warga kami kemalingan burung dan ayam peliharaan puasa tahun sebelumnya,” tambahnya.

Sementara itu pengakuan pelaku sendiri, lanjut Agus, mencuri ayam karena khilaf alasan dagangan pisang sepi dan butuh uang buat lebaran.

Pelaku mengungkapkan, motor yang  digunakan untuk mencuri adalah milik istrinya.

Selain itu kini pelaku bersama barang bukti telah dibawa ke Polsek Sawangan untuk diproses lebih lanjut