MKKS SMP Swasta (Istimewa)

DepokNews- Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Kota Depok berencana akan melakukan beberapa workshop. Di antara point pentingnya adalah penguatan kepala sekolah dan juga tenaga teknik sekolah yang meliputi pustakawan, TU dan operator.
Ketua MKKS SMP Swasta Kota Depok Nina Herlina mengatakan pada tahun ini tercatat setidaknya akan ada lima kegiatan. Antara lain pelatihan dimana subjeknya para kepala sekolah.

“Tahun ini kita rencana adakan pelatihan untuk kepala TU dan bendahara. Kegiatan ini berangkat dari rapor mutu kepala sekolah tahun 2017. Ternyata disitu banyak kekurangannya misalnya bendahara yang belum memiliki sertifikat. Sehingga kami akan berikan workshop penguatan kepala sekolah juga kepala TU dan lain sebagainya,” jelasnya.

Dirinya mengungkapkan saat ini yang dikatakan supervisi bukan hanya guru saja melainkan juga tenaga administrasi yang terdiri dari tenaga teknik dari perpustakaan dan laboratorium.
“Sehingga mereka harus memiliki keahlian. Kalau dulu kan workshop hanya untuk guru tapi  sekarang tenaga teknik juga mengikuti pelatihan,” ucapnya.

Dirinya memaparkan sebagai wadah antar kepala sekolah swasta pihaknya ingin memajukan pendidikan di kota Depok. “Kami ingin bersinergi dengan pemerintah. Akan banyak program, kemudian nanti saling sharing,” tambahnya.

Nina menerangkan berdasarkan Permendikbud No 6 tahun 2018  menerangkan adanya diklat kepada calon kepala sekolah negeri. Namun hal itu tidak berlaku di sekolah swasta. Biasanya yang menjadi kepala sekolah swasta adalah guru yang sudah lama mengajar.
“Adanya Permendikbud itu kami berencana membuat aturan. Tentunya atas persetujuan Dinas Pendidikan Kota Depok. Salah satu hal yang akan pelatihan penguatan kepala sekolah,” jelas Nina.

Ia mengatakan saat ini penilaian kepala sekolah juga ditentukan dari karya ilmiah yang dibuat kepala sekolah. “Jadi nanti ada PTS yakni penelitian tindakan sekolahitu juga jadi fokus kami,” katanya.
Disamping itu jika ada bencana, pihaknya juga akan melakukan penggalangan dana. Saat ini MKKS SMP swasta turut menggalang dana untuk korban tsunami Banten dan Pandeglang.

“Tanggal 31 Januari kami akan serahkan donasi  Banten. Mudah-mudahan bisa terkumpul Rp 40 hingga 50 juta dari jumlah  sekolah swasta di Depok yang mencapai 196 sekolah,” tandasnya.(mia)Area lampiran