Lurah Kalibaru, Zaenur Ahmad sedang membuat lubang biopori dengan alat manual, di area Kantor Kelurahan Kalibaru, Jumat (23/04/21). (Foto: istimewa).

DepokNews – Aparatur Kelurahan Kalibaru bersama warga mulai mengalakan program pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB). Pihaknya menargetkan sebanyak 2.000 titik yang akan dibuat.

Lurah Kalibaru, Zaenur Ahmad menuturkan, rencananya, pembuatan lubang biopori di wilayahnya dimulai 27 April sampai 01 Mei 2021. Pembuatan sarana ini akan menyebar di 11 RW dan 69 RT.

“Kami optimis jumlahnya tercapai. Tentunya perlu dukungan dan komitmen bersama warga untuk menyukseskan program ini,” tuturnya, Jumat (23/04/21).

Zaenur mengatakan, pihaknya baru melaksanakan pembuatan LRB pekan depan karena baru mendapat giliran peminjaman alat berupa mesin bor dari Kecamatan Cilodong. Namun demikian, antusias warga sudah terlihat, seperti RW 09 yang telah membuat 40 lubang di tiap RT.

“Ada enam RT di RW 09 Perumahan PGRI, kebetulan kontur tanahnya paling rendah, rawan banjir dan longsor,” katanya.

Selain di RW 09, sambungnya,  lubang biopori juga dibuat di area kantor Kelurahan Kalibaru. Terdapat enam lubang yang telah dibuat dari 10 titik yang ditargetkan.

“Dengan adanya pembuatan lubang biopori in diharapkan dapat meminimalisir genangan air di jalan dan lingkungan ketika hujan,” tandasnya. 

Sumber : depok.go.id