DepokNews–Warga masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Tani di RW.02 Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong binaan LAZ Zakat Sukses berhasil mengembangkan budi daya lele. Atas kekompakan dan keseriusan dan berbekal ilmu cara budidaya lele yang mumpuni, kelompok tani tersebut berhasil memanen lele hingga lebih kurang 4,5 kwintal atau 450 kg.

Budidaya lele tersebut cukup menggunakan kolam terpal dengan luas 20m2, dengan jumlah benih yang ditebar lebih kurang 5.000 ekor bibit lele. Panen lele dilakukan pada Selasa, (17/7/2018) dengan disaksikan Direktur LAZ Zakat Sukses beserta stafnya dan anggota kelompok tani.

Dalam kesempatan tersebut Sunarto Zulkifli menjelaskan, LAZ Zakat Sukses mempunya beberapa program unggulan untuk membantu masyarakat yaitu, pemberdayaan, pendidikan, kesehatan, beasiswa untuk anak yatim dan dhuafa, dakwah dan soaial.

“Budi daya lele ini salah satu program pemberdayaan LAZ Zakat Sukses, saat ini kami punya dua rw binaan, kedepan kami ingin punya binaan di setiap kecamatan minimal satu kelompok untuk setiap kecamatan dengan pola pemberdayaan disesuaikan dengan potensi atau peluang dan keinginan masyarakat di masing-masing wilayah, seperti di Cilodong kami melatih anak-anak muda untuk dibekali ketrampilan desain grafis,” kata Zulkifli.

Hal senada dikatakan Akbar, Kepala Program RW Sukses Berdaya LAZ Zakat Sukses yang menjelaskan, program RW berdaya akan diberikan kepada kelompok masyarakat yang memang punya keinginan untuk berkreasi sehingga bisa menngkat taraf perekonomian atau meningkat keahlian dalam bidang tertentu.

“Zakat Sukses punya program namanya RW suskes berdaya, yaitu program pemberdayaan masyarakat dengan potensi pada lingkungan masing-masing, jadi yang kita bina itu bergeraknya button up, masyarakat yang aktif lalu kami mensuport,” kata Akbar.

Akbar juga menjelaskan untuk di RW.02 Jatimulya ada dua program pemberdayaan, yang sudah berhasil atau sudah panen budidaya lele dan yang baru akan berjalan budi daya tanaman alpukat.

Sedangkan Ketua Kelompok tani RW 02, Kelurahan Jatimulya, Taufik Ibrahim mengatakan, panen bersama zakat sukses ini adalah kali pertama meskipun sebelumnya terdapat kendala namun semuanya bisa ditangani bersama-sama.”Tidak ada kendala yang sangat detail, semuanya bisa ditangani karena masyarakat punya keinginan membangun,”tandas pria yang biasa di sapa Kang Ibra itu.

Ibra juga menjelaskan, keberhasilannya budidaya lele hingga sampai panen tersebut juga atas kekompakan anggota kelompok taninya.
“Untuk berhasil kita harus menyukai apa yang kita kerjakan dan kita kompak karena usaha ini milik bersama semua anggota kelompok,” tambah Ibra.

Tak jauh beda dikatakan Azarudin, pembina kelompok tani budidaya lele yang juga punya keahlian dalam bidang budidaya berbagai jenis ikan.
“Sebelum kita memulai usaha budi daya lele atau ikan lainnya yang pertama yang harus dimiliki adalah ilmunya, karena masing-masing jenis ikan punya karakter sendiri, terkait dengan pakan, cara pemeliharaan dan antisipasi terhadap penyakit misalnya,” jelas Azarudin.

Untuk terus meningkatkan potensi ekonomi budidaya lele tersebut, rencannya kelompok tani ini juga akan membuka usaha pecel lele, sehingga lele hasil budidayanya bernilai ekonomis jauh lebih tinggi dibanding dijual kepada pengumpul.